NKRI Berdiri di Atas Tumpukan Tulang & Siraman Darah Umat Islam

NKRI Berdiri di Atas Tumpukan Tulang & Siraman Darah Umat Islam
*) Oleh : Suwito Ibnu Kasby
Ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan.
www.majelistabligh.id -
Peran Besar Islam Sebagai Nilai Membela NKRI 
Untuk menyelusuri jejak sejarah peran besar Islam dan umatnya sehingga terwujudnya NKRI – menurut hemat penulis –  setelah mengkaji dari beragam literasi yang pertama kali untuk diluruskan adalah masalah tentang kapan masuk dan berkembangnya agama Islam di Nusantara Indonesia ? Kenapa ini menjadi masalah penting ? Hal ini dibutuhkan untuk menyingkap fitnah syubhat ; agama dan  nilai kehidupan apa yang dianut dan mengakar pada kepribadian bangsa ini, dan juga untuk menghilangkan keraguan siapa sesungguhnya pahlawan-pahlawan hebat yang dengan heroiknya mengusir penjajah.
Ada suatu asumsi bahwa Islam dan kaum Muslimin  datang belakangan. Sehingga penghuni mayoritas negeri bukanlah ummat Islam. Sehingga ketika datang para penjajah yang melakukan perlawanan pertama bukanlah ummat Islam tapi sekelompok manusia lain di luar umat Islam.
Mengingat urgensinya masalah ini, sejak dahulu kala tepatnya pada Ahad tanggal 21 s/d 24 Syawal 1382 H/ 17 s/d 20 Maret 1963 dilangsungkan seminar dengan tema khusus : SEMINAR SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA. Seminar yang dilangsungkan selama 4 hari ini, diketuai oleh Haji Muhammad Said dengan menghadirkan para pakar cendekiawan dan juga ahli sejarah yang dikenal mempunyai kapabilitas dan otoritas di bidangnya. Diantaranya adalah Drs, Zakaria Ahmad, H. Muhammad Said, Drs. H. Ismuha, SH, Prof. A. Hasjmy, Drs. M. Thamrin Z, Dr. Lance Castles, Prof. Dr. Ibrahim Hasan, MBA, TWK. A. jalil, Tgk. H. Ainalmardhiah Ali dan Drs. T. Syamsudin.
Setelah para pakar yang menjadi narasumber tersebut mempresentasikan materinya yang sarat dengan literasi dan referensi, dan juga disertai dengan para pembanding yang juga ahli dibidangnya,  ada 7 point penting yang disimpulkan dari hasil seminar tersebut ;
1) Bahwa menurut sumber-sumber yang kita ketahui, Islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriah (abad ke tujuh/kedelapan Masehi) dan langsung dari Arab.
2) Bahwa daerah yang pertama kali didatangi oleh Islam ialah pesisir Sumatera ; dan bahwa setelah terbentuknya masyarakat Islam, maka Raja Islam yang pertama berada di Aceh.
3) Bahwa dalam proses peng-islaman selanjutnya orang-orang Indonesia ikut aktif mengambil bagian,
4) Bahwa Muballigh-muballigh Islam yang lama-lama itu selain sebagai penyiar agama juga sebagai saudagar,
5) Bahwa penyiaran Islam itu di Indonesia dilakukan dengan cara damai,
6) Bahwa kedatangan Islam ke Indonesia itu membawa kecerdasan dan peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian Bangsa Indonesia, dan
7) Bahwa sebuah Badan Penelitian dan Penyusunan Sejarah Islam di Indonesia yang lebih luas dan tetap harus dibentuk. Disarankan supaya Badan ini berpusat di Medan, sedang di tempat-tempat lain yang dipandang perlu, dibentuk pula cabang-cabangnya, teristemewa di Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Search