Nutrisi Jiwa dan Formula “4T + S” untuk Cetak Generasi Berkarakter

Sholihin Fanani saat memberikan wejangan para para wisudawan. (ist)
www.majelistabligh.id -

Sama seperti tubuh fisik yang membutuhkan makanan agar tetap sehat dan kuat, hati dan pikiran manusia juga memerlukan nutrisi terbaiknya, yaitu ilmu pengetahuan dan agama.

Tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut, kehidupan seseorang akan timpang dan mengalami kekosongan jiwa. Dampaknya, emosi menjadi tidak stabil, mudah terpengaruh, kehilangan pendirian, hingga didera kegelisahan hidup.

Atas dasar itulah, pendidikan Muhammadiyah meletakkan perhatian besar pada pembentukan karakter siswa, terlebih di tengah tantangan era modern saat ini.

Pesan mendalam ini disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM., dalam acara Purnawiyata Perguruan Muhammadiyah Palirangan, Solokuro, Jawa Timur, pada Kamis (18/06/2026). Acara yang berlangsung di halaman kompleks perguruan tersebut diikuti oleh wisudawan dari berbagai jenjang, mulai dari KB, TK ABA, MIM, MTs, hingga Aliyah Muhammadiyah.

Formulasi Sukses: Konsep “4T dan S”

Dalam orasinya, Sholihin memaparkan bahwa potret keberhasilan pendidikan Muhammadiyah tercermin dalam formulasi 4T dan S, yang meliputi:

  1. Tilawah (Membaca): Pendidikan harus melahirkan generasi yang rajin membaca, baik secara tekstual (kitab/buku) maupun kontekstual (fenomena zaman). Proses ini membentuk pribadi yang cerdas dan mampu membedakan antara yang benar (haq) dan yang salah (batil).
  2. Tazkiah (Penyucian Jiwa): Hasil pendidikan Muhammadiyah adalah manusia berpikiran jernih dan berjiwa bersih. Pribadi yang tazkiah akan senantiasa mengingat Allah, berlapang dada, sabar, rendah hati, serta terhindar dari penyakit hati seperti iri, dengki, dan takabur.
  3. Taklim (Pengajaran/Al-Hikmah): Merujuk pada pandangan Sayyid Sabiq, taklim membentuk individu yang bijaksana, mereka yang paham betul apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan.
  4. Tauhid (Kemurnian Iman): Muhammadiyah konsisten mengajarkan tauhid yang murni dan bebas dari syirik. Manifestasi dari tauhid yang kuat adalah kokohnya ibadah dan kedekatan diri kepada Allah melalui doa.
  5. Sukses: Muara dari seluruh proses di atas adalah mencetak manusia yang sukses, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu memberikan kemaslahatan bagi sesama.

“Hasil pendidikan Muhammadiyah ini harus kita jadikan sebagai bekal utama untuk meraih kesuksesan dan keselamatan hidup dunia-akhirat,” tegas Sholihin di hadapan para wisudawan.

Acara purnawiyata yang berlangsung khidmat ini juga turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solokuro, para wali murid, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. || sholihin fanani

 

Tinggalkan Balasan

Search