Prestasi membanggakan diraih Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi Lamongan dalam kegiatan Awarding KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2026. Dalam kegiatan yang digelar di Dome UMM, Senin (31/8/2026) tersebut, PCM Turi mendapatkan penghargaan Predikat Terbaik 1 KKN Berdampak dari 42 PCM se-Jawa Timur yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa KKN UMM.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran dan pendampingan PCM Turi dalam mendukung pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UMM di wilayah Kecamatan Turi, khususnya yang ditempatkan di Desa Balun dan Desa Gedongboyountung.
Tidak hanya PCM Turi yang memperoleh penghargaan. Kelompok mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Balun juga berhasil meraih predikat Kelompok Terbaik 1 KKN Berdampak. Capaian tersebut semakin menegaskan adanya kolaborasi positif antara mahasiswa KKN dengan masyarakat serta unsur Muhammadiyah di wilayah Turi.
Keberhasilan PCM Turi menjadi yang terbaik di antara 42 PCM tentu bukan sekadar capaian seremonial. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan organisasi masyarakat, khususnya Muhammadiyah di tingkat cabang, dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pelaksanaan KKN yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua PCM Turi Sapuwan, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, predikat tersebut menjadi motivasi bagi PCM Turi untuk terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya dalam mendampingi mahasiswa KKN yang berada di wilayah Kecamatan Turi
“Semoga ke depannya PCM Turi semakin berkembang dengan baik dan bisa melaksanakan pendampingan mahasiswa yang KKN di wilayah Kecamatan Turi, jika PCM Turi dilibatkan dalam kegiatan tersebut,” ujar Sapuwan.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pimpinan, anggota dan warga Muhammadiyah serta masyarakat untuk menjadikan penghargaan tersebut sebagai penyemangat dalam meningkatkan kiprah dan pengabdian di tengah masyarakat.
“Kita patut bersyukur dengan predikat tersebut. Harapannya, dengan predikat tersebut menambah semangat anggota pimpinan dan warga Muhammadiyah serta masyarakat semua yang ada di wilayah Kecamatan Turi,” lanjutnya.
Pelaksanaan KKN UMM di Desa Balun dan Gedongboyountung menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan Muhammadiyah. Kehadiran mahasiswa tidak hanya diharapkan memberikan pengalaman pengabdian bagi mahasiswa, tetapi juga mampu melahirkan program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Raihan Terbaik 1 KKN Berdampak bagi PCM Turi sekaligus Kelompok Terbaik 1 KKN Berdampak untuk kelompok KKN Desa Balun menjadi catatan positif bagi perjalanan kolaborasi tersebut.
Prestasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi awal dari semakin kuatnya sinergi antara UMM, PCM Turi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan berbagai kegiatan pengabdian yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Kecamatan Turi.
Dari pendampingan mahasiswa, lahir kolaborasi. Dari kolaborasi, lahir kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, tumbuh Muhammadiyah yang semakin berdampak bagi masyarakat. (*/tim)
