Suasana duka mendalam menyelimuti kompleks Maqbarah KH Abdul Wahab Hasbullah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026) sore.
Ribuan santri, alumni, keluarga besar, serta jajaran tokoh nasional berkumpul melepas kepergian Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Putri sulung dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Chasbullah, tersebut menghembuskan napas terakhir pada Ahad (4/10/2026) pukul 22.30 WIB di Kalibata, Jakarta, dalam usia 82 tahun.
Sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga Bahrul Ulum, jenazah almarhumah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami’ Bahrul Ulum Tambakberas. Usai prosesi salat, iring-iringan ribuan santri mengantarkan jenazah menuju maqbarah.

Sejumlah tokoh hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Anggota Wantimpres KH Yahya Cholil Staquf, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rais PCNU Jombang KH Ahmad Hasan, serta jajaran pengasuh dan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Sosok Pekerja Keras dan Penuh Amanah
Adik almarhumah, KH Hasib Wahab Hasbullah, mengenang Nyai Machfudhoh sebagai figur panutan yang tidak hanya dekat dengan keluarga, tetapi juga menginspirasi para santri dan masyarakat luas. Menurutnya, almarhumah mewarisi nilai-nilai perjuangan sang ayah yang gigih, energik, dan berdedikasi tinggi saat mengemban amanah.
“Almarhumah adalah sosok teladan bagi keluarga, para santri, dan kita semua. Beliau sosok pekerja keras dan sangat bertanggung jawab apabila diberi amanah,” ujar Kiai Hasib, Senin (5/10/2026).
Nyai Machfudhoh diketahui mengasuh Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas sejak 1994, dengan fokus utama pada pembinaan generasi muda dan pendidikan santri perempuan.
Jejak pengabdian Nyai Machfudhoh terentang luas di berbagai ranah keorganisasian, dakwah, hingga politik nasional. Di lingkungan Nahdlatul Ulama, ia pernah menjabat sebagai Ketua PW Fatayat NU DKI Jakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU (1979–1989), Pengurus PP Muslimat NU, serta A’wan PBNU (2015–2021).
Di kancah politik dan kemasyarakatan, almarhumah juga pernah memimpin Wanita Persatuan Pusat dan menjabat Wakil Ketua Departemen Dakwah DPP PPP.
Konsistensi khidmahnya terus berlanjut hingga akhir hayat. Pada kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031, namanya masih masuk dalam jajaran Mustasyar PBNU sebagai salah satu tokoh senior yang dituakan dan dihormati.
Kini, dedikasi panjang tersebut telah purna. Nyai Machfudhoh Aly Ubaid diistirahatkan di samping makam leluhurnya di Tambakberas, diringi doa dari ribuan santri dan umat yang tersentuh oleh pengabdiannya. (*/tim)
