Pesan Ustaz Suhadi untuk Mewujudkan Hidup Ideal Seorang Muslim

Ustaz Suhadi M. Sahli, M.Ag.
www.majelistabligh.id -

Menjadi seorang muslim yang kafah dan ideal tidak hanya diukur dari status agama semata, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai Islam diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini disampaikan Ustaz Suhadi M. Sahli, M.Ag., dalam khotbah Jumat di Masjid Muhammadiyah Gunungsari Indah, Jumat (4/9/2026).

Dalam khotbahnya, Ustaz Suhadi M. Sahli, M.Ag., menegaskan bahwa karakter muslim yang ideal berdiri di atas empat pilar utama, yakni akidah yang murni, ibadah yang sesuai tuntunan, akhlak yang mulia, serta muamalah yang berlandaskan syariat Islam.

Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Akidah yang Benar dan Terbebas dari Syirik

Pilar pertama dan paling mendasar adalah memiliki akidah yang murni (aqidah shahihah). Seorang muslim sejati meyakini ketauhidan Allah Swt secara mutlak tanpa membagi pengabdian kepada selain-Nya. Bahaya laten perbuatan syirik, baik besar maupun kecil, yang dapat menghapuskan seluruh amal kebaikan yang telah dikumpulkan semasa hidup.

“Siapa yang meninggal dunia tanpa membawa dosa syirik, insyaallah akan masuk ke dalam surga Allah Swt,” tegasnya.

  1. Ibadah yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah

Pilar kedua memfokuskan pada tata cara beribadah. Agar diterima di sisi Allah Swt, ibadah wajib memenuhi dua syarat utama:

  • Ikhlas semata-mata karena Allah (lillahi ta’ala).
  • Mengikuti tuntunan (ittiba’) Nabi Muhammad saw.

Beliau menekankan agar umat Islam menghindari perkara baru (bid’ah) dalam ibadah khusus (mahdlah). Kebaikan standar manusia tidak bisa dijadikan tolok ukur utama jika tidak mengacu pada dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sahih.

  1. Akhlak Mulia Berlandaskan Al-Qur’an

Pilar ketiga berkaitan dengan moralitas. Ustaz Suhadi menyebut bahwa akhlak Rasulullah saw adalah cerminan dari isi Al-Qur’an. Meneladani keteladanan Nabi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa merupakan langkah nyata untuk menghidupkan sunah-sunahnya. Cinta kepada Nabi tidak sekadar dirayakan secara ritual, melainkan dibuktikan dengan konsistensi menjalankan ibadah sunah seperti salat berjemaah, puasa sunah, dan membaca Al-Qur’an.

  1. Muamalah Bermoral dan Berorientasi Akhirat

Pilar terakhir menyangkut aktivitas sosial, ekonomi, dan kehidupan bermasyarakat. Kehidupan duniawi hendaknya dijadikan jembatan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu, prinsip-prinsip syariat harus senantiasa membingkai setiap profesi:

  • Pedagang yang jujur.
  • Pemimpin/Pejabat yang adil, transparan, serta bertanggung jawab.

Mengakhiri pesannya, Ustaz Suhadi mengimbau umat Islam untuk berpikiran maju, cerdas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melenceng dari syariat. Seorang muslim baru bisa dikatakan ideal apabila kehadirannya memberi manfaat nyata dan membawa rahmat bagi lingkungan sekitarnya atau rahmatan lil ‘alamin. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search