Saat Hati Menyapa Sang Pencipta

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Cahaya waktu subuh. Tatkala fajar menyibak gelapnya malam, pada saat udara masih basah oleh embun, itulah waktu yang paling hening untuk menata hati dan mengadu kepada Allah, sebelum dunia kembali riuh.

Subuh bukan sekedar pergantian waktu, ia adalah panggilan lembut dari langit:

“Bangunlah hamba-Ku, Aku menantimu dalam sujud.”

Allah berfirman:

وَبِا لْاَ سْحَا رِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat 51: 18)

Waktu subuh adalah saat doa lebih mudah menembus langit, saat hati lebih jernih memahami takdir, dan saat air mata menjadi saksi bahwa kita masih membutuhkan kasih-Nya.

Jangan biarkan subuhmu terlewat tanpa sujud, karena di sanalah keberkahan hari bermula. Mulailah dengan dzikir, istighfar, dan doa.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search