Hari ini aku kembali belajar. Belakangan ini aku sering melihat banyak orang melakukan kesalahan yang sebenarnya mereka tahu itu salah. Ada yang berbohong, membuka aurat demi perhatian, mengambil yang bukan haknya, atau terus mengulang maksiat yang sama.
Lalu aku berpikir, “Kalau mereka tahu itu dosa, mengapa tetap melakukannya?”
Perlahan aku sadar, masalahnya sering kali bukan karena manusia tidak tahu. Tetapi karena hawa nafsu lebih keras daripada ilmu yang hidup di dalam hati.
Ruh kita datang dalam keadaan suci. Namun ketika berada di dalam jasad, ia akan terus diuji oleh keinginan, syahwat, dan bisikan setan. Jika hati tidak disiram dengan ilmu dan selalu diingatkan kepada Allah, sedikit demi sedikit ia menjadi lemah.
Karena itu, ketika ingin benar-benar bertobat, aku bertanya kepada diriku sendiri, “Harus mulai dari mana?”
Jawaban yang paling sering aku temukan adalah: Perbaiki salat.
وَا سْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ وَاِ نَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS Al-Baqarah 2: 45)
Karena salat adalah hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya. Dari salat yang baik, lahirlah hati yang lebih mudah menerima nasihat, lebih mudah meninggalkan dosa, dan lebih ringan melakukan amal yang Allah cintai.
Teruslah mencari ilmu. Jangan hanya rajin beramal, tetapi pahami apakah amalan itu benar-benar sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Karena tujuan kita bukan sekedar terlihat baik di mata manusia. Yang kita cari adalah rida Allah.
Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri dan siapa saja yang membacanya. (*)
