Sambut Puncak Haji 1447 H, PPIH Siapkan Jalur Lansia di Terminal Ajyad Makkah

Seorang jemaah haji lansia melewati jalur khusus yang lebih nyaman. (ist)
www.majelistabligh.id -

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan ramah lansia bagi jemaah haji Indonesia. Menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah (2026 Masehi), PPIH resmi mengoperasikan jalur khusus bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi (risti) di Terminal Ajyad, Makkah. Langkah ini diambil untuk mempermudah akses jemaah rentan menuju bus shalawat yang akan mengantar mereka kembali ke hotel pemondokan.

Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif’at Sitorus, menegaskan bahwa skema khusus ini diterapkan untuk mengurai kepadatan sekaligus meminimalisasi risiko aksi saling dorong yang kerap terjadi dalam antrean bus shalawat.

“Untuk pengaturan lansia, kami menyediakan tiga pintu di Terminal Ajyad. Pintu 3A secara khusus kami alokasikan untuk jemaah lansia dan risti,” ujar Rif’at saat ditemui Media Center Haji (MCH) di Terminal Ajyad, Makkah, Sabtu (16/5/2026).

Pemisahan Jalur untuk Keamanan Jemaah

Kebijakan ini dinilai sangat krusial, terutama bagi jemaah lansia yang tinggal di kawasan Misfalah—salah satu wilayah pemondokan dengan tingkat mobilitas tertinggi menuju Masjidil Haram. Menurut Rif’at, pemisahan jalur dilakukan agar jemaah lansia tidak bercampur dengan antrean umum yang jauh lebih padat dan berpotensi membahayakan kondisi fisik mereka.

“Ketika mereka sudah diarahkan ke Pintu 3A khusus lansia, petugas akan langsung memandu mereka menuju rute bus yang sesuai,” terang Rif’at.

Seiring melonjaknya jumlah jemaah yang tiba di Makkah, sistem pengamanan kini diterapkan lebih ketat dibanding hari-hari sebelumnya. PPIH juga memberlakukan sistem buka-tutup akses terminal guna mencegah penumpukan penumpang pada jam-jam sibuk. Pola ini terbukti efektif dalam menjaga keselamatan jemaah, khususnya kelompok rentan.

“Dengan sistem ini, jemaah dapat masuk ke dalam bus dengan nyaman. Tidak ada lagi aksi dorong-dorongan, sehingga jemaah tidak perlu khawatir tertinggal,” tambahnya.

Langkah antisipatif ini menjadi perhatian serius mengingat kepadatan di kawasan Masjidil Haram diprediksi akan terus meningkat menjelang fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Armada Bus Terus Ditambah

Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan transportasi, jumlah armada bus shalawat terus diperkuat. Saat ini, sebanyak 109 armada telah beroperasi melayani mobilitas jemaah dari Terminal Ajyad ke berbagai sektor pemondokan.

Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring kedatangan jemaah gelombang kedua dari Jeddah yang mendarat di Makkah dalam beberapa hari ke depan.

“Saat ini ada 109 armada yang sudah beroperasi. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 140 armada seiring kedatangan jemaah dari Jeddah,” tutup Rif’at.

Sistem pelayanan transportasi yang semakin adaptif ini menjadi cerminan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, manusiawi, dan inklusif, dengan menempatkan jemaah lansia sebagai prioritas utama. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search