Hampir semua orang memiliki tujuan yang sama, ingin masuk surga. Namun, ketika melihat perjalanan hidup manusia, kita sadar bahwa proses menuju ke sana ternyata berbeda-beda.
* Ada yang mengejar surga dunia saja. Sibuk mengumpulkan harta, jabatan, dan kenyamanan, tetapi lupa menyiapkan bekal akhirat.
* Ada yang hanya mengejar surga akhirat, namun kadang melupakan ikhtiar untuk menata kehidupan dunia yang Allah titipkan.
* Lalu ada yang berusaha meraih keduanya. Menjadikan dunia sebagai jalan untuk mendapatkan ridha Allah dan kebahagiaan akhirat.
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS Al-Hasyr 59: 18)
Saat itu kita berpikir, perjalanan menuju Allah tidak mungkin ditempuh tanpa petunjuk.
Kalau bepergian ke tempat yang belum pernah kita datangi saja membutuhkan peta, apa lagi perjalanan menuju surga yang kekal.
Karena itulah kita membutuhkan ilmu, bimbingan dari guru, Al-Qur’an, dan Sunnah agar langkah kita tidak salah arah.
Semakin kita belajar, semakin kita sadar bahwa ilmu bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk membimbing setiap keputusan dalam hidup.
Semoga bermanfaat. (*)
