Setiap Bunga Memiliki Musim

Setiap Bunga Memiliki Musim
*) Oleh : Muhammad Hidayatulloh
Pengurus PRM Berbek dan Pengasuh Kajian Tafsir Al Qur'an di Masjid Al Huda Berbek Sidoarjo.
www.majelistabligh.id -

Setiap Bunga Memiliki Musim

لِكُلِّ زَهْرَةٍ مَوْسِمٌ

Ada orang yang merasa tertinggal hanya karena melihat orang lain telah lebih dahulu sampai. Temannya sudah menikah, memiliki rumah, sukses dalam bisnis, mendapat jabatan, atau karyanya mulai dikenal. Sementara dirinya masih berjalan di tempat yang sama. Tanpa sadar, ia membandingkan halaman hidupnya dengan halaman hidup orang lain.

Padahal, setiap bunga memiliki musimnya sendiri. Tidak semua bunga mekar pada waktu yang sama. Ada yang berbunga lebih awal, ada yang harus menunggu lebih lama. Ada yang membutuhkan hujan lebih banyak, ada yang tumbuh setelah melewati musim yang panjang. Demikian pula manusia. Setiap orang memiliki jalan, ujian, kesempatan, proses, dan waktunya masing-masing.

Jangan membandingkan waktumu dengan waktu orang lain. Kita sering melihat keberhasilan seseorang tanpa melihat perjalanan panjang di belakangnya. Kita melihat hasilnya, tetapi tidak melihat kegagalannya; melihat senyumnya, tetapi tidak mengetahui air matanya; melihat panennya, tetapi lupa bahwa ia pernah lama menanam.

Keterlambatan tidak selalu berarti kegagalan. Bisa jadi sesuatu yang belum datang sedang mempersiapkan kita untuk menerimanya. Benih yang masih berada di dalam tanah bukan berarti mati. Ia sedang menumbuhkan akar. Ada pertumbuhan yang memang tidak terlihat, tetapi justru sedang mempersiapkan kekuatan untuk masa depan.

Karena itu, jangan iri kepada bunga yang sedang mekar. Bunga di sebelahmu tidak mengurangi keindahan bunga yang kelak tumbuh dari tanahmu. Keberhasilan orang lain bukan ancaman bagi takdirmu. Bersyukurlah atas keberhasilan mereka, lalu kembali rawat tanahmu sendiri: belajar, berdoa, bekerja, memperbaiki diri, dan terus bertumbuh.

Pada akhirnya, perlombaan hidup bukanlah tentang siapa yang paling cepat menikah, paling cepat kaya, paling cepat terkenal, atau paling cepat mencapai sesuatu. Perlombaan yang sesungguhnya adalah menjadi lebih baik daripada dirimu yang kemarin.

Jika hari ini engkau belum sampai, jangan buru-buru menyebut dirimu terlambat. Mungkin engkau sedang berada pada musim menanam, sementara orang lain sedang berada pada musim panen. Jangan cabut benihmu hanya karena belum melihat bunga.

لَا تُقَارِنْ تَوْقِيتَكَ بِتَوْقِيتِ غَيْرِكَ
Jangan bandingkan waktumu dengan waktu orang lain.

سِبَاقُكَ مَعَ نَفْسِكَ، لَيْسَ مَعَ النَّاسِ
Perlombaanmu adalah dengan dirimu sendiri, bukan dengan manusia.

Setiap bunga memiliki musimnya. Bersabarlah. Rawat pertumbuhanmu. Musimmu akan tiba. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search