Siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta Praktik Langsung Salat Jenazah

Siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta Praktik Langsung Salat Jenazah
www.majelistabligh.id -

Pendidikan karakter dan praktik ibadah ditunjukkan SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta melalui kegiatan praktik langsung salat jenazah, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan setelah salah satu warga di sekitar sekolah, almarhumah Ibu Hajjah Suparmi Martawi, meninggal dunia.

Momentum tersebut dimanfaatkan sekolah sebagai sarana pembelajaran nyata bagi para siswa dalam memahami tata cara ibadah salat jenazah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.

Pelaksanaan salat jenazah dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti siswa kelas 6A dan 6B yang dipimpin Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Sri Mulyana. Sementara gelombang kedua diikuti siswa kelas 4 bersama para guru yang diimami Wali Kelas 3A, Restu Basuki M.

Sri Mulyana menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran agama yang selama ini dipelajari siswa di kelas.

“Pada hari ini kebetulan ada tetangga sekolah yang meninggal dunia, yaitu Ibu Hajjah Suparmi Martawi. Maka hari ini kami bersama anak-anak kelas 6 melaksanakan praktik ibadah salat jenazah sekaligus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengungkapkan para siswa sebelumnya telah mempelajari tata cara salat jenazah sesuai Tarjih Muhammadiyah, sehingga kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menerapkan ilmu secara langsung.
“Alhamdulillah anak-anak sudah belajar bagaimana bacaan salat menurut Tarjih Muhammadiyah dan hari ini bisa dipraktikkan langsung,” katanya.

Menurut Sri Mulyana, keterlibatan siswa dalam salat jenazah juga menjadi pembelajaran spiritual dan sosial agar anak-anak memahami pentingnya mendoakan sesama muslim yang meninggal dunia. Ia berharap doa-doa tulus dari para siswa dapat menjadi syafaat bagi almarhumah.

“Semoga doa anak-anak yang masih polos ini diterima Allah SWT dan menjadi syafaat bagi almarhumah. Semoga diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik,” tuturnya.

Salah satu siswa, Oktavia Anggi, mengaku bersyukur dapat mengikuti praktik langsung salat jenazah bersama teman-temannya. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya lebih memahami tata cara salat jenazah yang sebelumnya dipelajari di kelas.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para guru dan warga sekitar karena dinilai mampu menanamkan nilai religius, empati, dan kepedulian sosial kepada siswa sejak usia dini. Melalui praktik langsung tersebut, SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta berharap para siswa tidak hanya memahami teori pembelajaran agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. (sugiharko)

 

Tinggalkan Balasan

Search