Pasca diberlakukannya kebijakan bahwa TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu mulai 1 Agustus 2026, siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Jakarta meluncurkan buku panduan lingkungan berjudul “Jakarta Indah Tanpa Sampah. Buku Panduan Mengurangi Sampah dari Sumbernya itu sebagai upaya edukasi publik untuk mendorong pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 8 Jakarta, Hilmi Nurhidayah menyampaikan peluncuran buku ini sebagai bagian dari program pembelajaran berbasis aksi lingkungan di sekolah.
“Buku ini disusun oleh siswa-siswi kelas VII yang nantinya akan diseleksi menjadi duta lingkungan dan bisa mengkampanyekan solusi ramah lingkungan ini,” ujar Hilmi, Selasa (19/5/2026).

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat sampah di Jakarta. Ibu kota menghasilkan sekitar 7.500–8.000 ton sampah per hari, dengan sekitar 29 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Besarnya timbulan sampah tersebut mendorong para siswa untuk ikut mengambil peran melalui pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Buku “Jakarta Indah Tanpa Sampah: Buku Panduan Mengurangi Sampah dari Sumbernya” disusun dengan pendekatan edukatif dan praktis. Materinya mencakup pengurangan sampah rumah tangga, pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, refill atau isi ulang, penggunaan ulang barang, hingga langkah sederhana agar sampah tidak menjadi residu.
Khusnatul Khomsah, pendamping siswa dari Ecoton, mengatakan para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran dan pendampingan, terutama ketika materi dikemas dalam bentuk visual dan praktik langsung di lapangan.
“Mereka antusias sekali, apalagi kalau materinya berupa video animasi. Ketika praktik lapang, mereka benar-benar semangat. Saat brand audit, mereka mencari sampah sampai ke ujung sekolah, dari bawah sampai atas. Pas uji mikroplastik juga sama, mereka senang sekali melihat mikroskop dan mikroplastik yang terdeteksi,” ujar Khusnatul.
Ia menambahkan, siswa juga diajak berdiskusi dengan orang tua mengenai pengelolaan sampah di rumah, serta mencari solusi yang paling mungkin diterapkan dalam keseharian keluarga untuk mengurangi timbulan sampah.
Dalam proses penyusunannya, siswa juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pengembangan ide, visualisasi, dan penyampaian materi agar lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat luas.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk literasi lingkungan, tetapi juga membentuk generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Para siswa juga dipersiapkan sebagai duta lingkungan yang aktif mengkampanyekan solusi pengurangan sampah berbasis tindakan nyata, terutama dari sumbernya.
Melalui buku ini, siswa SMP Muhammadiyah 8 Jakarta ingin menyampaikan pesan sederhana: Jakarta yang lebih bersih tidak hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir, tetapi dimulai dari kebiasaan masyarakat dalam mengurangi, memilah, menggunakan kembali, dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Peluncuran buku ini merupakan bagian dari Program Microplastic Journey, hasil kolaborasi SMP Muhammadiyah 8 Jakarta dan Ecoton dengan dukungan Korea Green Foundation. (*/tim)
