Spirit R.A Kartini untuk Kemajuan Muslimah Masa Kini

Spirit R.A Kartini untuk Kemajuan Muslimah Masa Kini
*) Oleh : Agus Priyadi, S.Pd.I
Anggota Majlis Tabligh dan Korp Mubaligh Muhammadiyah PDM Banjarnegara, Jawa Tengah
www.majelistabligh.id -

Raden Ajeng Kartini bukan sekadar simbol kebaya dan sanggul, melainkan representasi dari kegelisahan intelektual seorang Muslimah yang merindukan cahaya ilmu di tengah gelapnya tradisi pingitan. Semangat Kartini, yang tertuang dalam semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”, sejatinya memiliki getaran yang sangat kuat dengan pesan Al-Qur’an. Bagi Muslimah modern, semangat ini menjadi pelecut untuk terus maju tanpa meninggalkan jati diri sebagai hamba Allah SWT.

Dalam surat-suratnya, Kartini sangat menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan agar mereka bisa menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya. Islam telah menetapkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban yang tidak memandang gender.

Islam mewajibkan kepada umatnya, baik laki-laki maupun perempuan untuk gemar menuntut ilmu. Karena dengan iman dan ilmu itulah seseorang akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Hal ini sebagimana dinyatakan oleh Allah SWT:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Keharusan menuntut ilmu juga dipertegas oleh Rasulullah SAW dalam hadis sahih:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim (termasuk Muslimah).” (HR. Ibnu Majah).

Kartini memahami bahwa kemajuan bangsa dimulai dari pangkuan ibu yang berilmu. Hal ini sejalan dengan kaidah al-ummu madrasatul ula (ibu adalah sekolah pertama).

Semangat Kartini mengajarkan bahwa Muslimah tidak boleh pasif. Kemajuan Muslimah saat ini mencakup ranah ekonomi, sosial, dan politik selama tetap dalam koridor syariat. Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya, sebagaimana Sayyidah Khadijah RA yang merupakan pebisnis sukses, atau Sayyidah Aisyah RA yang merupakan ulama besar rujukan para sahabat.

Allah SWT menegaskan terkait kesetaraan pahala atas amal kebaikan:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Dalam tafsirnya, Hamka sering menekankan bahwa emansipasi yang dibawa Islam adalah membebaskan wanita dari penyembahan kepada makhluk menuju penyembahan kepada Allah. Beliau memandang perjuangan Kartini sebagai bagian dari kebangkitan kesadaran kaum Muslimin di Nusantara untuk keluar dari keterbelakangan.

Di era digital, “gelap” yang dihadapi Muslimah bukan lagi pingitan fisik, melainkan serbuan informasi yang mendegradasi moral dan pendangkalan akidah. Semangat Kartini harus bertransformasi menjadi literasi digital dan ketahanan keluarga.

Muslimah yang maju adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk dakwah, mengelola ekonomi keluarga secara mandiri, dan menjadi benteng bagi anak-anak mereka dari pengaruh negatif lingkungan.

Perjuangan Kartini dan nilai-nilai Islam bertemu pada satu titik: keadilan intelektual dan spiritual. Muslimah tidak menuntut kesetaraan untuk menandingi laki-laki dalam segala hal, melainkan menuntut hak untuk menjadi manusia yang berfungsi optimal bagi agama, bangsa, dan keluarga.

Meneladani Kartini berarti menjadi Muslimah yang berilmu luas, berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Semoga semangat Kartini terus hidup dalam setiap diri Muslimah, membawa kita keluar dari kegelapan kebodohan menuju cahaya keimanan dan kemajuan yang diridhai Allah SWT. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search