SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an melalui kegiatan Tahfidz Camp 2026 yang digelar di Pondok Pesantren eLKISI Trawas, Mojokerto, Jumat–Ahad (24–26/4/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai sarana penguatan hafalan Al-Qur’an sekaligus pembinaan karakter islami bagi para siswa.
Mengusung semangat “menambah hafalan dan menarasikan Al-Qur’an dalam akhlak mulia”, Tahfidz Camp tahun ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik berupa hafalan, tetapi juga pembentukan kepribadian siswa yang beradab, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

Pengarah kegiatan, Ustadz Irwan Hasan, S.Pd., M.Pd.I., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk membangun keseimbangan antara kemampuan hafalan dan kualitas akhlak peserta.
“Sesuai tema Tahfidz Camp ini, inovasi kegiatan ini tidak hanya menambahkan ghirah menghafal Al Qur’an, tapi juga bisa menjadi wadah untuk membentuk pribadi-pribadi berakhlak mulia seperti rajin beribadah, sadar kewajiban menghormati hak-hak teman dan lain-lain,” jelasnya.
Ia juga berharap, selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mampu menunjukkan progres yang signifikan, baik dari sisi hafalan maupun sikap sehari-hari, seperti disiplin menjalankan ibadah tepat waktu, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama dalam kebersamaan.
Menariknya, panitia juga menetapkan target capaian hafalan yang cukup terukur. Setiap peserta diharapkan mampu menambah hafalan minimal satu hingga dua halaman selama kegiatan berlangsung. Jika target tersebut belum tercapai, peserta akan mendapatkan pendampingan tambahan.
“Ustadz Haris, ustadz Juahar, ustadzah Triya dan para asatidz bisa melaporkan siapa-siapa yang tidak nambah hafalannya, target nya selama 3 hari ini bisa nambah 1-2 halaman, jika tidak boleh disampaikan ke ayah bundanya nambah 1 malam lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ustazah Triya Santi, menjelaskan bahwa Tahfidz Camp 2026 dirancang dengan pendekatan sistem halaqah atau kelompok kecil. Metode ini dinilai efektif untuk memaksimalkan pembinaan, baik dalam proses menghafal maupun saat setoran hafalan kepada pembimbing.
Selain itu, peserta juga diberikan kontrak belajar sejak awal kegiatan. Kontrak ini berisi komitmen kedisiplinan, kesungguhan, serta target yang harus dicapai selama mengikuti Tahfidz Camp. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan motivasi internal pada diri siswa.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya disibukkan dengan hafalan, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas pendukung seperti shalat berjamaah, qiyamul lail, murojaah bersama, serta pembiasaan adab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Dengan konsep yang terintegrasi antara hafalan dan pembinaan karakter, Tahfidz Camp 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (*/tim)
