Suasana pembukaan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) ke-4 Zona Dakwah Tapal Kuda
mendadak riuh oleh tepuk tangan ratusan hadirin pada Jumat (19/6/2026). Para peserta dan tamu undangan disuguhi penampilan memukau dari siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Paiton, Kabupaten Probolinggo, yang membawakan Tari Saman asal Aceh dengan sangat dinamis dan kompak.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Paiton, Ustazah Ila, mengungkapkan bahwa pemilihan Tari Saman ini bukan tanpa alasan. Selain gerakannya yang enerjik, tarian tradisional ini kaya akan nilai filosofis khidmat keagamaan dan penghormatan kepada tamu.
“Kami sengaja menyiapkan anak-anak untuk menarikan Tari Saman yang memadukan gerak dan lagu secara dinamis sebagai bentuk penghormatan tertinggi kami kepada para mubaligh dan undangan yang hadir,” ujar Ustazah Ila, didampingi Wakil Kepala Sekolah, Ustazah Ismi.
Ia menambahkan, para penari bertalenta tersebut merupakan siswa-siswi yang duduk di bangku kelas 3 dan 4. Tarian ini berhasil dibawakan dengan apik karena merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) seni tari di sekolah.
“Alhamdulillah, anak-anak bisa membawakan dengan sangat baik hari ini,” imbuh Ustazah Ila bangga.
Persiapan matang memang menjadi kunci suksesnya penampilan ini. Aifa, salah satu siswa yang ikut menari, mengaku telah melewati proses latihan intensif selama kurang lebih dua bulan.
“Kami sudah latihan rutin sejak bulan April 2026 lalu bersama teman-teman demi memberikan yang terbaik di acara ini,” ungkap Aifa dengan senyum sumringah usai tampil.
Seni tari asal Dataran Tinggi Gayo, Aceh ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2011. Penggunaan Tari Saman dalam acara Muhammadiyah mencerminkan asimilasi budaya Nusantara yang bernapaskan Islam, sejalan dengan prinsip Dakwah Kultural Muhammadiyah.
Pembukaan AMM ke-4 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan ideologi dan kompetensi para mubaligh di kawasan Tapal Kuda, yang diawali dengan semangat dinamis dari generasi muda Muhammadiyah Paiton. || chusnun
