Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun solidaritas umat.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Tabligh Akbar Silaturahmi Warga Muhammadiyah Banyumas yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dalam amanatnya, Dadang menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagaimana pesan dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103.
Dalam ayat itu, ia mengingatkan bahwa perpecahan merupakan sumber malapetaka, sehingga silaturahmi merupakan kunci dalam menjaga dan memperkuat persaudaraan antar umat. “Silaturahim ini menjadi jalan yang menguatkan solidaritas kita. Jangan sampai kita bercerai berai, karena itu akan membawa kerugian,” jelas Dadang.
Sejalan dengan hadis Nabi Muhammad saw yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Hai Manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, bersilaturahimlah kamu dengan sesamamu, dan kamu salatlah di waktu malam. Maka engkau akan masuk surga dengan salam.”
Berdasarkan hadis tersebut, Dadang mengungkap tiga kunci membangun silaturahmi dan hubungan sosial yang harmonis, yakni kedermawanan, mampu menahan amarah, dan mampu memaafkan. “Orang yang dermawan, mampu menahan marah, dan pemaaf akan dicintai oleh Allah. Mereka memiliki kecerdasan sosial yang luar biasa,” ucapnya.
Pesan Khusus untuk Jamaah Calon Haji 2026
Selain dihadiri oleh seluruh keluarga besar UMP dan warga Muhammadiyah Banyumas, acara Tabligh Akbar dan Silaturahmi ini juga turut dihadiri oleh jamaah calon haji 2026. Di penghujung amanatnya, Dadang memberikan 3 pesan khusus bagi para jamaah haji yang akan diberangkatkan.
Pertama, meluruskan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk kepentingan status sosial. Kedua, mengikuti tuntunan Rasulullah saw dalam pelaksanaan ibadah haji, termasuk melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Ketiga, menjaga akhlak serta nama baik Muhammadiyah dan Islam selama menjalankan ibadah.
“Di sana kita diuji, apakah kita mampu bersabar atau justru mudah marah. Maka jagalah akhlak, karena itu cerminan diri kita sebagai Muslim dan warga Muhammadiyah,” pungkasnya. (*/tim)
