Tubuh Sehat Ibadah Kuat

Ustaz H. Imam Abda'i, M.M.
www.majelistabligh.id -

Kesehatan tubuh bukan sekadar sarana untuk menjalani aktivitas harian, melainkan modal utama dalam menjaga keistikamahan dan kualitas ibadah kepada Allah Swt. Pesan ini menjadi benang merah dalam Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Ahad (30/8/2026).

Pada kesempatan kali ini, kajian menghadirkan penceramah Ustaz H. Imam Abda’i, M.M., yang mengupas secara tuntas hubungan erat antara kesehatan jasmani dan kekuatan ibadah seorang muslim.

Dalam pemaparannya, Ustadz Imam Abda’i menggarisbawahi pentingnya meneladani tuntunan Rasulullah saw dalam menjaga fisik. Beliau menjelaskan bahwa tubuh manusia adalah amanah dari Allah Swt yang harus dipelihara dengan baik. Fisik yang prima bukan hanya memberikan dampak positif bagi kehidupan duniawi, tetapi juga menjadi penopang utama agar rangkaian ibadah—mulai dari salat, puasa, hingga khidmat sosial—dapat dijalankan secara optimal.

“Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk memaksimalkan ibadah. Ketika raga kita kuat dan terjaga sesuai sunah Nabi, maka setiap ruku, sujud, dan pengabdian kita kepada Allah dapat dijalankan dengan penuh khusyuk, bertenaga, serta membawa keberkahan,” Jelas Ustaz Imam Abda’i.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa konsep kesehatan dalam Islam mencakup dimensi yang sangat luas. Sunah Rasulullah saw tidak hanya terbatas pada tata cara ibadah ritual, melainkan juga memberikan panduan nyata mengenai pola hidup sehari-hari.

“Mulai dari pengaturan pola makan yang proporsional, pemeliharaan kebersihan diri dan lingkungan, manajemen kestabilan emosi, hingga pembagian waktu yang seimbang antara bekerja, beristirahat, dan beribadah,” paparnya.

Tak hanya aspek fisik semata, kajian ini juga menyentuh pentingnya menjaga kebersihan jiwa (tazkiyatun nufus). Kesehatan hati dari penyakit iri, dengki, dan rasa cemas berlebihan diyakini menjadi kunci utama lahirnya ketenangan batin yang bermuara pada kesegaran raga. Integrasi antara kesehatan fisik dan mental inilah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw sepanjang hidup beliau.

Antusiasme jamaah terlihat jelas dari kesetiaan mereka menyimak setiap materi hingga akhir sesi. Majelis ilmu yang digagas oleh PDM Kota Batu ini kembali membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah senantiasa menghadirkan pendekatan yang mencerahkan, relevan dengan kebutuhan umat, dan mengedukasi masyarakat untuk hidup lebih berkualitas.

Sebagai penutup, penyelenggara menyampaikan apresiasi dan ucapan Jazakumullah khoiran katsiiran atas dukungan, doa, serta kehadiran seluruh jamaah. Kegiatan kajian ini mempertegas komitmen bahwa ngaji di lingkungan Muhammadiyah bukan sekadar rutinitas agama, melainkan sarana mempererat silaturahmi yang bikin hati senang, tenteram, dan bahagia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search