UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sarasehan nasional dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) pesantren. Kegiatan ini berlangsung di Aula Diorama, Kampus I lantai 1, dengan mengangkat tema “Strategi dan Tantangan Pendidikan & Pengembangan SDM Insani di Pesantren.”
Acara tersebut dihadiri ratusan pimpinan pondok pesantren dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Pesantren Indonesia. Kehadiran para kiai, pengasuh pesantren, serta tokoh pendidikan Islam menjadikan forum ini sebagai ruang strategis dalam memperkuat kolaborasi nasional di bidang pengembangan SDM pesantren.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar, PhD menegaskan pentingnya relasi historis antara kampus dan pesantren. Ia menegaskan posisi UIN Jakarta sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan pesantren sudah seharusnya saling menguatkan.
“UIN milik pesantren dan pesantren juga punya tanggung jawab untuk saling membesarkan,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh elemen pesantren untuk meninggalkan sekat-sekat internal yang selama ini menjadi penghambat kemajuan bersama.
“Mari kita bersatu, pesantren jangan dikotak-kotakkan. Ke depan tidak hanya soal kitab klasik yang memang sudah wajib, tetapi kita harus melihat konteks global,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan pentingnya orientasi kemajuan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Ia mencontohkan pengalaman Iran sebagai negara yang tetap mampu berkembang di tengah tekanan global.
“Mari kita merujuk ke Iran, misalnya meski diembargo tetap bisa eksis dan berpikir maju. Meski ada benang tipis Sunni-Syi’ah, tidak ada masalah dalam hal kemajuan dan kemandirian,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masa depan generasi bangsa harus dibangun melalui kolaborasi lintas kelompok. “Kita harus berpikir maju. Mari kita hilangkan ego, kelompok, mazhab, ormas, pilihan politik, dan lain-lain. Mari kita berkolaborasi demi masa depan generasi kita,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren PP Muhammadiyah Masyhuri, Pimpinan Pesantren Modern Tazakka Batang Jawa Tengah, Anang Malik, P. hD, Ketua Jaringan Organisasi Alumni PM Gontor, serta tokoh pesantren dari beragama kategori.
Sementara itu, Mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo Nur Achmad berharap kolaborasi yang terbangun dapat berkelanjutan dan saling menguatkan dalam pengembangan pesantren ke depan. (m roissudin)
