Up Skilling Sekolah Madrasah Cemerlang: PWM Gorontalo Magangkan 6 Kepala Sekolah ke Jawa Timur

Up Skilling Sekolah Madrasah Cemerlang: PWM Gorontalo Magangkan 6 Kepala Sekolah ke Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Enam Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah dari Provinsi Gorontalo mengikuti program Up Skilling Sekolah/Madrasah Cemerlang di 5 sekolah/madrasah terbaik Muhammadiyah PWM Jawa Timur. Selama 10 hari magang, para peserta akan belajar secara langsung melalui praktik, observasi, diskusi, dan keterlibatan dalam aktivitas pendidikan di sekolah host.

Program ini menjadi bagian dari langkah taktis dan strategis PWM Gorontalo dalam meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan melalui pembelajaran langsung dari praktik-praktik baik yang berkembang di Jawa Timur.

Up Skilling Sekolah Madrasah Cemerlang: PWM Gorontalo Magangkan 6 Kepala Sekolah ke Jawa Timur
Penyambutan di Kantor PWM Jawa Timur sebelum peserta diserahterimakan kepada sekolah host masing-masing, Ahad (30/8/2026) malam. (afifun nidlom)

Enam peserta terdiri atas satu laki-laki dan lima perempuan. Mereka berasal dari SMAM Batudaa, MIM Unggulan Kota Gorontalo, MAM Kota Gorontalo, SMP Muhammadiyah 1 Gorontalo, dan SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo.

Peserta kemudian dibagi sesuai jenjang dan karakteristik lembaga masing-masing untuk menjalani magang di enam sekolah dan lembaga host, yakni SMAM 2 Sidoarjo, SMAM 2 Surabaya, MIM 1 Pare, SDM 1 Manyar, MAM 9 Al-Mizan Lamongan, dan Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi.

Bukan Sekadar Melihat, Tetapi Mengalami
Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Eko Hardi Ansyah menegaskan, inti program ini bukan sekadar kunjungan atau melihat sekolah yang dianggap berhasil. Peserta diharapkan mengalami secara langsung bagaimana praktik pendidikan dijalankan, kemudian menerjemahkannya sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.

“Selama magang, peserta penting untuk mengamati, mencatat, mendiskusikan, dan terlibat aktif interaktif. Harapannya, mereka tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga ilmu baru dan gagasan perubahan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” ujarnya saat menyambut para peserta di Kantor PWM Jatim, Ahad (30/8/2026).

Menurut Eko, proses up skilling akan menjadi lebih bermakna ketika peserta mampu menangkap bukan hanya knowledge dan skill, tetapi juga value yang menjadi fondasi dari praktik baik di masing-masing sekolah.
Dengan demikian, magang diharapkan tidak berhenti pada aktivitas benchmarking, tetapi berkembang menjadi proses knowledge transfer, experience sharing, dan mutual learning antar sekolah Muhammadiyah.

 

Tinggalkan Balasan

Search