Up Skilling Sekolah Madrasah Cemerlang: PWM Gorontalo Magangkan 6 Kepala Sekolah ke Jawa Timur

Up Skilling Sekolah Madrasah Cemerlang: PWM Gorontalo Magangkan 6 Kepala Sekolah ke Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Gorontalo: Belajar dari Pengalaman Jawa Timur
Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Gorontalo, Syafryanto Adam, menyampaikan apresiasi luar biasa atas sambutan dan penerimaan PWM Jawa Timur terhadap program tersebut. Ia menyebut kesempatan belajar langsung dari Jawa Timur sebagai bagian dari strategi PWM Gorontalo untuk memperkuat dan mempercepat peningkatan mutu AUM pendidikan.

“Atas nama PWM Gorontalo, kami merasa terhormat dan berterima kasih atas sambutan luar biasa dari PWM Jawa Timur. Jawa Timur dikenal memiliki jumlah dan kualitas AUM yang sangat maju. Karena itu, belajar langsung dari praktik baik di sini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu dan layanan pendidikan Muhammadiyah di Gorontalo sesuai arahan Ketua PWM Gorontalo yang menaruh perhatian sangat luar biasa terhadap kualitas AUM DIkdasmen” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan mutu sekolah tidak cukup dilakukan melalui pelatihan yang bersifat teoritis. Dengan mengalami proses dan Interaksi langsung di sekolah dan madrasah yang telah memiliki pengalaman dan praktik baik akan memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat bagaimana sebuah gagasan diterjemahkan menjadi sistem, praktik dan budaya kerja sehari-hari.

Sambutan Hangat Sejak dari Bandara
Kesan mendalam juga disampaikan Titrun, salah satu kepala sekolah yang mewakili peserta. Ia mengaku sangat terharu sekaligus merasa terhormat atas totalitas penerimaan yang diberikan PWM Jawa Timur bersama sekolah-sekolah host.

Koordinasi antara peserta dan sekolah host sebelumnya telah dilakukan secara daring. Namun, sambutan secara langsung diberikan sejak rombongan tiba di Jawa Timur melebihi ekspektasi mereka. PWM Jawa Timur menjemput rombongan sejak di bandara, kemudian menerima mereka di Kantor PWM Jawa Timur dalam sebuah acara penyambutan sebelum peserta diserahterimakan kepada sekolah host masing-masing dan dijemput langsung oleh para kepala sekolah yang menjadi host.

“Kami merasa sangat terharu dan terhormat atas sambutan dan penerimaan PWM Jawa Timur beserta seluruh kepala sekolah host. Semoga suatu saat kami dapat membalas kebaikan dan keramahan ini dan mengajak PWM Jawa Timur bersilaturahmi ke Gorontalo,” tuturnya.

Sekolah Unggul Tetap Harus Mau Belajar
Menariknya, proses pembelajaran dalam program ini tidak diposisikan sebagai hubungan satu arah. Ketua FOSKAM SMA Jawa Timur sekaligus Kepala SMAMDA Surabaya, Muhlasin, menegaskan bahwa sekolah host tentunya juga terbuka untuk belajar dari peserta.

“Sekolah-sekolah host memang dikenal sebagai sekolah terbaik Muhammadiyah di Jawa Timur dan memiliki reputasi nasional. Namun, tidak ada sekolah yang sempurna. Karena itu, kami berharap terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang memberikan kebaikan bagi kedua belah pihak,” jelasnya.

Menurut Muhlasin, sekolah yang baik bukan sekolah yang merasa sudah selesai, melainkan sekolah yang terus terbuka terhadap evaluasi, kritik, dan pengalaman baru. Karena itu, masing-masing sekolah host akan berupaya memberikan layanan terbaik selama proses magang, mulai dari kebutuhan teknis, akomodasi, hingga aktivitas pembelajaran peserta. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan excellent service quality bagian dari budaya sekolah Muhammadiyah Jawa Timur.

Dari Praktik Baik Menuju Perubahan
PWM Jawa Timur menyambut baik kepercayaan PWM Gorontalo untuk menjadi tuan rumah program Up Skilling Sekolah Madrasah Cemerlang. Dengan 1.079 sekolah/madrasah jenjang pendidikan dasar dan menengah, PWM Jawa Timur terus menerus mendorong penguatan mutu dan layanan pendidikan Muhammadiyah.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan internal, tetapi juga dengan membuka ruang berbagi dan belajar bersama sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah.

PWM Jawa Timur memandang bahwa praktik baik pendidikan Muhammadiyah seharusnya tidak menjadi pengetahuan yang eksklusif bagi sekolah tertentu. Sebaliknya, pengalaman tersebut perlu dibagikan dan dikembangkan bersama agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi persyarikatan dan pendidikan Nasional.

“Bahkan, sekolah yang telah mencapai predikat Muhammadiyah Outstanding School sekalipun tetap didorong untuk terus belajar, melakukan evaluasi, dan meningkatkan kualitasnya,” ucap Hidayatullah, Wakil Ketua PWM Jatim yang membidangi pendidikan saat memberikan welcoming statement.

Melalui program ini, pria yang juga menjabat sebagai Rektor UMSIDA dan Anggota BSANP Kemdikdasmen RI ini menegaskan, Jawa Timur tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring dan budaya mutual learning di antara sekolah Muhammadiyah.

 

Tinggalkan Balasan

Search