Wisuda Angkatan ke-17 STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, Ketua PWM Kaltim Dorong Lulusan Jadi Penerang Masyarakat

Wisuda Angkatan ke-17 STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, Ketua PWM Kaltim Dorong Lulusan Jadi Penerang Masyarakat
www.majelistabligh.id -

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan ke-17, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SM Tower Hotel & Convention Center tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur Drs. K.H. Muhammad Jafron, MSi, jajaran pimpinan dan sivitas akademika STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, unsur Forkopimda Kabupaten Berau, orang tua/wali wisudawan, serta tamu undangan lainnya.

Pada momentum tersebut, sebanyak 38 wisudawan STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb resmi menyelesaikan pendidikan sarjananya. Mereka merupakan lulusan yang dipersiapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Wisuda Angkatan ke-17 STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, Ketua PWM Kaltim Dorong Lulusan Jadi Penerang Masyarakat
STIT) Muhammadiyah Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan ke-17. (ist)

Ketua PWM Kaltim Drs. K.H. Muhammad Jafron, MSi dalam sambutannya mengingatkan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan iftitah atau pembukaan lembaran baru dalam kehidupan.
“Wisuda bukan akhir. Wisuda adalah iftitah. Pembuka lembaran baru,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Ia mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para wisudawan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa ilmu dan tanggung jawab. Menurutnya, STIT Muhammadiyah tidak sekadar mencetak sarjana, tetapi diharapkan mampu melahirkan guru, dai, dan cendekiawan muslim berkemajuan.

Pesan tersebut semakin relevan karena para wisudawan akan kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. Ketua PWM Kaltim menyebut setidaknya terdapat tiga tantangan yang harus dihadapi para lulusan, yakni tantangan intelektual, moral, serta dakwah dan pengabdian.

Dalam menghadapi tantangan intelektual, para sarjana Muhammadiyah diminta tidak berhenti belajar. Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan, lulusan perguruan tinggi Islam harus memiliki kemampuan intelektual yang kuat sekaligus mampu memberikan arah berdasarkan nilai-nilai agama dan akhlak.

Sementara dalam menghadapi tantangan moral, para lulusan, khususnya yang dipersiapkan menjadi pendidik, tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar. Mereka harus mampu mendidik, menjadi teladan, serta membangun karakter generasi.

“Berau butuh guru yang tidak hanya pintar mengajar, tapi pintar mendidik,” pesan Ketua PWM Kaltim sebagaimana tertuang dalam materi sambutannya.

Lebih jauh, para alumni juga didorong untuk menjadikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai jalan dakwah dan pengabdian. Mereka diharapkan mampu hadir memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat, termasuk melalui kegiatan pendidikan dan keagamaan di lingkungan masing-masing.

Lulusan Berkemajuan dan Agen Perubahan
Sementara itu, Ketua STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb Dr. Yuli Puji Astutik, SPdI, MPd menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para wisudawan. Ia menegaskan bahwa lulusan STIT harus menjadi representasi lulusan berkemajuan, yakni intelektual muslim yang memiliki akar keilmuan dan keislaman yang kuat, menjunjung tinggi akhlak mulia, serta memiliki wawasan yang luas.

Para wisudawan juga diharapkan mampu mewujudkan cita-cita Muhammadiyah dengan menjadi agen perubahan (The Agent of Change) sekaligus membawa pencerahan bagi masyarakat.

“Wisudawan harus mampu memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat serta terus berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penting karena gelar akademik yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan pribadi, tetapi menjadi modal untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.

Peningkatan Mahasiswa Baru dan Program Double Degree
Di sisi lain, perkembangan positif juga ditunjukkan STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb. Tahun ini, STIT berhasil memperoleh 50 mahasiswa baru, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya memperoleh 12 mahasiswa baru.

Selain itu, STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb juga mengembangkan program double degree melalui kerja sama dengan Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh gelar ganda setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan program kerja sama.

Capaian tersebut menunjukkan adanya upaya STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb untuk terus melakukan pengembangan kelembagaan dan meningkatkan daya tarik serta kualitas layanan pendidikan tinggi Muhammadiyah di Kabupaten Berau.

Momentum wisuda kemudian ditutup dengan pesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai amal jariyah.

Dengan demikian, perjalanan empat tahun pendidikan di STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb boleh berakhir dalam sebuah prosesi wisuda, tetapi perjuangan dan pengabdian justru baru dimulai. Para alumni diharapkan mampu membawa nama baik almamater, Muhammadiyah, dan menjadi bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan masyarakat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dan Indonesia.

“Jangan jadi lulusan yang ijazahnya dipajang. Jadilah lulusan yang karyanya dikenang,” pesan yang disampaikan dalam sambutan Ketua PWM Kaltim.

Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb Angkatan ke-17. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, berkah, dan menjadi amal jariyah.(ay.1)

 

Tinggalkan Balasan

Search