Dakwah Menggembirakan Menepis Indonesia Ambyar

Dakwah Menggembirakan Menepis Indonesia Ambyar
*) Oleh : Hartanto Setyawan
Anggota Majelis Tabligh PCM Rongkop Gunung Kidul.
www.majelistabligh.id -

Banyak di antara kita bepikir pesimistis tentang Indonesia. Mendasarkan fakta lapangan tentang korupsi tiada henti dan kesewenang-wenangan oknum pejabat yang tiada akhir. Akhirnya mereka jatuh pada keputusasaan tentang negeri ini. Ada yang melabelinya sebagai INDONESIA AMBYAR . Ada yang menggunakan istilah INDONESIA BUBAR. Ada yang menggunakan diksi INDONESIA GELAP.

Dalam hati, saya tidak meyakini apa yang mereka sebut sebagai Indonesia ambyar. Berbasis penglihatan subjektif saya pada apa yang telah disumbangkan kader Muhammadiyah se-Indonesia.

Teologi Al Ma’un ala KH Ahmad Dahlan telah beranak pinak menjadi banyak hal dan memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan negeri. Kiprah dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada tausiyah di mimbar, namun juga dibarengi aksi nyata di bidang kesehatan, pendidikan juga sosial.

Dakwah yang menggembirakan ini menambah keyakinan sekaligus menepis ancaman Indonesia ambyar. Budaya saling membantu di masyarakat terbukti tidak pernah padam. Capaian target dari Lembaga Amil Zakat dan Sedekah (Lazismu) di banyak daerah membuktikan hal itu. Bantuan untuk korban gempa NTT misalnya, masih terus mengalir hingga masa darurat berakhir. Bahkan Lazismu bertekad terus melakukan pendampingan korban gempa hingga masa pemulihan.

Di saat tidak terjadi bencana, keberadaan PKU Muhammadiyah, tak hanya memudahkan orang kecil mencari pengobatan di kala sakit,  tapi juga memfasilitasi domain elite untuk dimanfaatkan akar rumput, lewat BPJS . Rumah sakit milik Muhammadiyah sanggup menjadi dana talangan sementara bagi pasien BPJS . Sampai negara berhutang miliaran pada persyarikatan.

Begitu juga keberadaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan. Orang – orang non muslim Indonesia Timur dimudahkan akses pendidikan di perguruan tinggi milik Muhammadiyah, dengan iuran SPP/UKT bersifat lokal, mekanisme barter sayuran.

Untuk kaum proletar atau mustadh’afin disediakan Pantai Asuhan Muhammadiyah seluruh Indonesia

Faktual Berbasis Keyakinan Iman

Insya Allah saya tidak percaya Indonesia ambyar. Sepanjang warga Muhammadiyah masih hobi donasi seperti membantu banjir Aceh, banjir Cianjur, gempa Palu, gempa NTT dan seterusnya. Karena teks wallaaahu fii ‘aunil ‘abdi maakanal ‘abdu fii ‘auni akhiihi ) akan jadikan pegangan.

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Sepanjang warga Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke menolong sesama, ya sepanjang itulah Allah akan membebaskan negeri ini dari Indonesia ambyar.

Iman Teologi Sang Penyelamat Geografis

Sepanjang perguruan tinggi Muhammadiyah ( poliklinik/akademi/sekolah tinggi/institut/universitas ) yang ada di Indonesia Timur masih membahagiakan mahasiswa Kristen/Katholik/Budha/Hindu/Konghucu belajar di dalamnya.

Bahkan di NTT/Papua , boleh bayar SPP /UKT dengan sayuran. Kemudahan Muhammadiyah memberikan pendidikan bagi non-muslim Indonesia Timur insya Allah menjadi sabab pertolongan Allah hadir  untuk negeri ini.

Kaum Papa Penyelamat Nusantara
Dari Sabang sampai Merauke, Persyarikatan Muhammadiyah memiliki segudang lembaga panti asuhan. Itu fakta sosial yang membuat kita tidak percaya pada klaim Indonesia ambyar. Karena dasar iman saya pada matan hadis tersebut  menumbuhkan optimisme. Semakin banyak Muhammadiyah mensejahterakan anak-anak yatim piatu, upahnya negeri ini dijauhkan dari Indonesia ambyar.

Kekaguman akademisi Muhammadiyah di dalam apresiasi pada kejeniusan KH Ahmad Dahlan dalam menterjemahkan isi Surat Al Ma’un dibuat keren dengan istilah akademik: Teologi Al Ma’un.

Kejeniusan strultural dan komunal Persyarikatan Muhammadiyah di dalam menyelamatkan NKRI lewat Teologi Al Ma’un, dalam bahasa marketing bisa juga dengan istilah Teologi Kemakmuran. Yakni tentang kemampuan Muhammadiyah secara praksis mentahbiskan diri menjadi soko guru bagi kesejahteraan akar rumput masyarakat bawah di Indonesia.

Istana Atas Telaga
3 September 2026

 

Tinggalkan Balasan

Search