Fear of Missing Out

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Pernah nggak kamu merasa harus ikut sesuatu hanya karena takut ketinggalan?

Aku pernah berada di fase ketika melihat orang lain melakukan banyak hal—ikut kegiatan, membeli sesuatu, berkumpul dengan orang-orang, atau mendapatkan pencapaian tertentu. Lalu muncul pikiran: Kalau aku nggak ikut, jangan-jangan aku tertinggal.

Padahal setelah dipikir lagi, belum tentu itu memang sesuatu yang aku butuhkan.

Kadang kita bukan benar-benar menginginkannya. Kita hanya takut menjadi satu-satunya orang yang tidak ikut. Dari situ aku belajar bahwa tidak semua yang sedang ramai harus kita ikuti.

Dalam perspektif psikologi Islam, kita perlu belajar membedakan antara keinginan karena kebutuhan dan keinginan karena perbandingan dengan orang lain. Karena hidup bukan perlombaan untuk memiliki semua yang dimiliki orang lain.

Ada kalanya Allah justru sedang mengajarkan kita untuk cukup, bersyukur, dan berjalan sesuai jalan kita sendiri.

Tidak ikut bukan berarti tertinggal. Berhenti bukan berarti gagal. Dan memilih sederhana bukan berarti kalah.

Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri dan siapa pun yang membacanya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search