Guru Militan Bukan Meletan

*) Oleh : Syukron Dian
PCM Candi Wakil Ketua bidang Majelis Kader & SDI, Majelis MPKS
www.majelistabligh.id -

Guru militan berani hadapi tantangan dan siap jadi teladan, inilah slogan perlu dijadikan semangat bersama dalam membangun sekolah yang maju, ramah anak, dan penuh harapan.

Guru yang memiliki semangat juang, berani menghadapi tantangan tidak mudah menyerah siap belajar dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Sebaliknya, guru meletan adalah gambaran sikap kurang bersemangat mudah mengeluh suka menunda pekerjaan dan enggan berkembang.

Makna Guru Militan

Kata “militan” berarti teguh, semangat, sungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan amanah pendidikan. Guru militan memiliki keyakinan bahwa setiap anak dapat berkembang apabila dibimbing dengan sabar dihargai dengan tulus dan diberi kesempatan untuk belajar. Ia tidak hanya melihat kekurangan siswa tetapi juga mencari potensi yang dapat dikembangkan.

Contoh kata-kata guru militan dalam dunia Pendidikan:

Guru militan tidak berkata: “Anak ini sulit diatur, biarkan saja.”

Namun ia berusaha berkata: “Anak ini membutuhkan pendekatan yang lebih tepat.”

Guru militan tidak berkata: “Sarana sekolah kurang, jadi tidak bisa membuat pembelajaran menarik.”

Namun ia berusaha berkata: “Dengan alat sederhana, saya tetap dapat membuat siswa belajar dengan gembira.”

Inilah semangat guru militan: melihat masalah bukan sebagai alasan untuk berhenti, tetapi sebagai kesempatan untuk menemukan cara yang lebih baik.

Guru militan bukan guru yang keras, bukan guru yang suka marah dan bukan guru yang merasa paling benar. Guru militan adalah guru yang berani menghadapi tantangan siap mencari Solusi dan mau menjadi teladan. tidak lari ketika ada masalah. Ia hadir untuk membimbing, menguatkan, dan menginspirasi.

Guru merupakan sosok penting dalam membentuk generasi masa depan. Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi Pelajaran tetapi juga mendidik karakter menumbuhkan semangat serta menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Guru militan berani menghadapi tantangan dalam bentuk:

  1. Tantangan pembelajaran: Ketika siswa belum memahami materi, guru mencoba metode lain: permainan edukatif, gambar, praktik, diskusi, cerita, atau media digital.
  2. Tantangan karakter siswa: Ketika siswa kurang disiplin, guru tidak hanya memberi hukuman. Guru juga memberi pembiasaan, nasihat, contoh, dan pendampingan.
  3. Tantangan perubahan zaman: Ketika teknologi berkembang, guru mau belajar menggunakan media baru agar pembelajaran tetap relevan dan menarik.
  4. Tantangan keterbatasan sarana: Ketika fasilitas belum lengkap guru menggunakan kreativitas. Kertas bekas, benda di sekitar kelas, permainan sederhana, dan lingkungan sekolah dapat menjadi media belajar.
  5. Tantangan kerja sama dengan orang tua: Ketika ada masalah siswa, guru militan tidak menyalahkan orang tua. Guru membangun komunikasi yang santun, terbuka, dan penuh solusi.

Guru militan bukan guru yang sempurna. Namun ia adalah guru yang terus berusaha menjadi lebih baik, mau belajar, mau berubah, dan tidak menyerah dalam mendidik generasi. Guru sebagai teladan, Allah Swtberfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kamu.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Guru militan bukan hanya pandai menyampaikan materi, tetapi juga siap menjadi contoh. Jika ingin siswa disiplin, guru harus disiplin. Jika ingin siswa jujur, guru harus jujur. Jika ingin siswa rajin belajar, guru juga harus terus belajar. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search