Sering merasa cemas, galau memikirkan masa depan, atau dilingkupi kebimbangan hidup? Bisa jadi itu pertanda Anda sudah terlalu lama melewatkan waktu untuk hadir di meja pengajian.
Pesan bernada kelakar namun penuh makna tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam acara Pengajian Ahad Wage Hari Bermuhammadiyah yang digelar oleh PCM Moyudan, Sleman, pada Ahad (21/6/2026).
Dalam taushiyahnya, Haedar menegaskan bahwa pengajian adalah ruh dari gerakan Muhammadiyah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh warga—terutama jajaran pimpinan di lingkungan Persyarikatan—untuk selalu menghidupkan dan menggembirakan forum-forum pengajian di setiap tingkatan.
Bukan sekadar rutinitas organisasi, Haedar menyebut pengajian memiliki fungsi krusial sebagai media self healing.
“Orang zaman sekarang banyak yang galau, resah, dan bimbang dalam hidupnya. Itu biasanya karena jarang datang ke pengajian Muhammadiyah,” ungkap Haedar di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi.
Ia menambahkan, esensi dari mengaji tidak hanya menyehatkan jiwa, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan fisik serta kesalehan sosial warga Persyarikatan. Namun, Haedar mengingatkan agar niat menghadiri pengajian harus diluruskan.
“Niatkan ikhlas karena Allah Swt. Jangan hanya mau datang kalau penceramahnya populer. Sebab, langkah kaki kita datang ke pengajian saja sudah dicatat sebagai pahala,” pesannya.
Apresiasi Semangat “Tiada Tahun Tanpa Membangun”
Dalam kesempatan yang sama, Haedar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas etos gerak warga Muhammadiyah Moyudan. Ia memuji semboyan lokal yang menjadi motor penggerak dakwah di sana:
- Tiada hari tanpa memberi
- Tiada minggu tanpa membantu
- Tiada bulan tanpa iuran
- Tiada tahun tanpa membangun
Menurutnya, semangat beramal jariyah inilah yang menjadi modal utama mengapa Muhammadiyah bisa terus eksis dan meluas kemanfaatannya hingga saat ini. “Muhammadiyah sejak awal berdiri hidup dari semangat memberi. Rawat terus semangat ini agar kita bisa terus menebar manfaat untuk semesta,” tutur Haedar.
Sebagai bukti nyata dari jargon “tiada tahun tanpa membangun”, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Madrasah Diniyah Muballighin Muhammadiyah yang berlokasi di Desa Kaliduren, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. (*/tim)
