Hemat Dana Umat, Masjid Muhammadiyah Pasang Panel Surya

Panel surya di Masjid KH Ahmad Dahlan, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (foto: greeners)
www.majelistabligh.id -

Sejumlah masjid Muhammadiyah di berbagai daerah kini mulai melirik energi matahari sebagai sumber listrik utama. Lewat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau penel surya, tempat ibadah tidak lagi sekadar menjadi ruang salat, tetapi juga pelopor gerakan eco-mosque atau masjid ramah lingkungan. Langkah ini terbukti ampuh menghemat pengeluaran kas masjid sekaligus menekan jejak karbon.

Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah di Jakarta menjadi salah satu pelopor utama saat meresmikan panel surya berkapasitas 7.000 watt pada Maret 2021, lengkap dengan sistem daur ulang air wudu. Jejak hijau ini disusul oleh Masjid KH. Ahmad Dahlan di Malang serta sejumlah masjid Muhammadiyah di Tuban, Jawa Timur, yang secara mandiri beralih ke energi bersih.

Masjid at Tanwir Jakarta gunakan penel listrik menghasilkan listrik 7.000 watt.
Masjid at Tanwir Jakarta gunakan penel listrik menghasilkan listrik 7.000 watt.

Semangat serupa menyebar ke daerah lain. Lewat program “1000 Cahaya Muhammadiyah“, Masjid Mujahidin di Magelang berhasil memangkas tagihan listrik bulanan hingga 50 persen setelah memasang panel surya. Sementara di Sumatera Barat, Masjid Buya Syafii Maarif yang berada di Sijunjung turut menggunakan teknologi ini berkat kolaborasi antara Muhammadiyah dan konsorsium energi bersih.

“Memanfaatkan energi surya di tempat ibadah adalah bentuk nyata ibadah ekologis. Kita tidak hanya menghemat anggaran operasional masjid, tetapi juga menjaga kelestarian bumi yang diamanahkan kepada kita. Ketika tempat ibadah mampu mandiri secara energi, kebermanfaatannya akan langsung dirasakan oleh jamaah dan lingkungan sekitar,” kata Sugiyanto, Takmir Masjid KH Ahmad Dahlan, Malang.

Inisiatif penggunaan panel surya ini membawa dampak langsung yang signifikan bagi pengelola masjid dan jemaah, di antaranya:

  • Penghematan Biaya Operasional: Tagihan listrik bulanan berkurang drastis, sehingga dana infak jamaah dapat dialokasikan untuk program sosial dan pemberdayaan umat lainnya.
  • Energi Cadangan Mandiri: Sistem panel surya menjaga pasokan listrik tetap menyala, sehingga kegiatan ibadah dan pengajian tidak terganggu saat terjadi pemadaman dari PLN.
  • Aksi Nyata Lingkungan: Menjadi langkah konkrit dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia serta mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga alam.

Inovasi ini membuktikan bahwa modernisasi teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan, menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search