Setiap hari ibu masak di dapur, menyiapkan makanan untuk keluarga. Kadang terasa biasa saja, seolah hanya rutinitas yang terus berulang.
Tapi ibu mungkin lupa, dari dapur kecil itu ibu sedang menjaga keluarga. Makanan yang ibu siapkan menguatkan tubuh mereka, menjadi tenaga untuk belajar, bekerja, dan beribadah.
Dan ketika ibu melakukannya dengan niat karena Allah, pekerjaan sederhana itu bisa menjadi pahala yang besar.
Firman Allah,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Az-Zariyat 51: 56)
Apa yang ibu lakukan di dapur tidak pernah sia-sia. Allah melihat setiap niat baik di baliknya.
Sering kali pekerjaan ibu di dapur terlihat biasa saja. Tidak ada yang memuji. Tidak ada yang benar-benar memperhatikan. Padahal dari dapur itu ibu menjaga keluarga tetap kuat, sehat, dan terurus.
Mungkin bagi sebagian orang itu hanya memasak. Tapi bagi Allah, setiap usaha ibu yang diniatkan karena-Nya tidak pernah kecil. Jadi jangan merasa pekerjaan ibu tidak bernilai. Kadang justru dari hal yang paling sederhana, Allah menuliskan pahala yang besar.
Semoga Allah menguatkan setiap langkah ibu dalam menjaga keluarga. ||Jika tulisan ini mewakili perasaan, ibu boleh kirimkan juga ke ibu lain, agar mereka tahu bahwa apa yang yang mereka lakukan setiap hari tidak sia-sia. (*)
