Di tengah meningkatnya dinamika kehidupan rumah tangga modern, persoalan komunikasi dan pemahaman peran kerap menjadi akar dari berbagai keretakan. Tidak sedikit pasangan suami istri yang terjebak dalam konflik berkepanjangan, bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena ketidaktahuan terhadap posisi dan tanggung jawab masing-masing dalam keluarga.
Fenomena inilah yang mendorong KM3DA TKK IMM Jawa Timur menghadirkan sebuah forum ilmiah bertajuk KATAQU (Kajian Tafsir Al-Qur’an) Part 1, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pencarian jawaban atas pertanyaan mendasar: bagaimana sebenarnya Islam memandang kepemimpinan dalam keluarga? Apakah laki-laki sebagai suami yang lebih dominan, ataukah perempuan sebagai istri memiliki peran kepemimpinan yang setara?
Mengangkat tema “Kepemimpinan dalam Keluarga: Laki-laki atau Perempuan?” dengan landasan QS. An-Nisa ayat 34, kajian ini tidak hanya membahas secara normatif, tetapi juga mengupasnya melalui dua sudut pandang penting: tafsir klasik dan kontemporer.
Hadir sebagai narasumber pertama, Ust. Khoirul Faizin, Lc, MA yang merupakan aktivis LDK PWM Jawa Timur sekaligus alumnus Al-Azhar University, akan menguraikan perspektif mufassir klasik. Sementara itu, sudut pandang mufassir kontemporer akan disampaikan oleh Ust. Fajar Islami Human, SAg, MA, dosen STIQSI Lamongan yang juga merupakan alumnus IIUI Islamabad Pakistan.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Dengan format terbuka untuk umum, kajian ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman keislaman dalam konteks kehidupan keluarga.
“Lebih dari sekadar diskusi ilmiah, KATAQU hadir sebagai upaya membangun kesadaran bahwa keluarga bukan hanya ruang privat, tetapi juga ladang dakwah dan pendidikan yang membutuhkan pemahaman yang utuh, adil, dan bijaksana,” ucap Zubaidi selaku ketua KM3Da
Dengan memahami peran masing-masing secara benar, diharapkan konflik dapat diminimalisir, dan keluarga dapat tumbuh menjadi fondasi yang kokoh bagi masyarakat yang berkeadaban.
Melalui forum ini, IMM Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kajian-kajian yang tidak hanya relevan secara tekstual, tetapi juga kontekstual dengan realitas kehidupan umat saat ini. (zaki)
