Inilah Pesan Terakhir Amin Abdullah, Penjaga Masjid San Diego yang Syahid

Amin Abdullah, penjaga keamanan di Islamic Center of San Diego. (ist)
www.majelistabligh.id -

“Apa itu kesuksesan? Bagi banyak orang, kesuksesan adalah kestabilan finansial, reputasi baik, atau ketampanan. Tetapi bagi saya, demi Allah, kesuksesan sejati adalah kembali kepada Allah Sang Pencipta dengan jiwa yang sama sucinya seperti saat Dia menitipkannya kepada saya ketika lahir. Dan semoga para malaikat Allah berkata kepadaku: ‘Janganlah kamu takut dan jangan bersedih hati, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’ Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami husnul khatimah. Amin.”

Kalimat menyentuh di atas merupakan unggahan terakhir Amin Abdullah di media sosialnya. Siapa sangka, untaian doa tersebut menjadi kenyataan. Amin, seorang penjaga keamanan di Islamic Center of San Diego (ICSD), gugur sebagai syahid setelah mengorbankan nyawanya demi melindungi anak-anak sekolah Islam dari serangan dua remaja bersenjata api pada Senin (18/5/2026) lalu.

Kini, pujian dan rasa hormat yang mendalam atas aksi heroiknya terus mengalir deras dari berbagai penjuru dunia.

Seperti dilansir Al Jazeera, Amin Abdullah adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang memeluk Islam (mualaf) dan telah mendedikasikan hidupnya selama bertahun-tahun sebagai penjaga masjid di San Diego. Di mata jamaah, ia dikenal sebagai pribadi yang santun, hangat, dan istikamah dalam beribadah.

Nalurinya sebagai pelindung teruji ketika insiden berdarah itu pecah. Sejumlah laporan media setempat menyebutkan bahwa Amin adalah orang pertama yang menyadari bahaya. Ia melihat kedua pelaku bersenjata berjalan mendekati gerbang pusat Islam.

Tanpa ragu, Amin langsung berteriak memberikan peringatan dan memerintahkan staf sekolah untuk segera mengunci seluruh pintu kompleks. Ia kemudian maju menghadang kedua pelaku sendirian di garda terdepan, memberikan waktu yang sangat berharga bagi orang-orang di dalam masjid untuk menyelamatkan diri.

Penyelamat Puluhan Nyawa

Menurut penuturan sejumlah saksi, saat serangan dimulai, anak-anak Sekolah Al Rashid sedang asyik bermain di halaman terbuka kompleks masjid. Ketika Amin terlibat konfrontasi sengit dengan para pelaku, staf sekolah dengan sigap langsung menggiring anak-anak masuk ke dalam gedung dan mengunci pintu.

Nahas, Amin terjebak di luar. Seorang tetangga masjid, Vanessa Chavez, yang menyaksikan langsung momen mencekam tersebut dari jendela rumahnya, menuturkan bahwa Amin roboh setelah terkena sedikitnya dua tembakan di depan pintu utama.

“Tindakan cepat Saudara Amin dalam menghadang para penyerang, tanpa diragukan lagi, telah menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah terjadinya tragedi yang jauh lebih besar,” tegas Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, yang secara resmi menyebut Amin sebagai pahlawan kota.

Kepergian Amin meninggalkan duka sekaligus kebanggaan yang mendalam bagi komunitas Muslim dan warga San Diego. Tokoh-tokoh agama setempat memujinya sebagai sosok ksatria sejati yang mempraktikkan ajaran Islam tentang pengorbanan dan cinta kasih.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas keberaniannya, para aktivis kemanusiaan langsung bergerak cepat melakukan aksi penggalangan dana secara daring untuk mendukung keluarga yang ditinggalkan Amin.

Selain itu, pihak Islamic Center of San Diego juga mengumumkan pembentukan dana santunan resmi untuk membantu seluruh keluarga korban serangan, memastikan bahwa jasa dan pengorbanan sang penjaga masjid yang berhati mulia ini akan selalu dikenang selamanya.|| chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search