Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya fondasi utama kemajuan bangsa, melainkan juga memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Atas dasar itu, Indonesia didesak untuk lebih serius membenahi sistem pendidikan, riset, dan penguasaan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Anwar saat memberikan kultum di Masjid At-Tanwir, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026). Mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11, ia mengingatkan janji Allah Swt untuk meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
“Pesan spiritual ini sangat relevan dengan pembangunan bangsa. Ilmu harus dikembangkan melalui riset, lalu diterjemahkan menjadi teknologi dan inovasi demi meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Anwar.
Anwar memberikan sorotan tajam pada struktur pendidikan tinggi nasional. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah dominasi lulusan ilmu sosial dibandingkan bidang sains dan teknologi (saintek). Padahal, penguatan ilmu eksakta sangat krusial untuk membangun kapasitas riset nasional.
Ia lantas membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan, China, dan Malaysia yang dinilai lebih agresif membangun basis teknologi dan riset. Indonesia pun didesak mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan alokasi investasi pada penelitian dan pengembangan (Research and Development).
“Penguasa masa depan adalah negara yang serius mengalokasikan APBN-nya untuk riset dan pengembangan,” tegasnya.
Meski demikian, Anwar mengingatkan bahwa kemajuan riset dan teknologi harus tetap berlandaskan iman. Penggabungan keduanya dinilai penting agar ilmu pengetahuan yang dikuasai senantiasa membawa kemaslahatan, sekaligus menjadi ikhtiar nyata mewujudkan kemuliaan bangsa. (*/tim)
