Ketika hidayah itu mulai datang, ketika kita mulai merasakan manisnya iman, teruslah mendekat padaNya dan berusahalah istikamah.
Allah senang ketika hambaNya terus-terusan bertobat. Allah senang ketika kita berusaha dekat denganNya. Allah senang ketika kita mulai meninggalkan hal-hal yang dibenciNya.
Sesungguhnya jalan hijrah itu jalan menuju surga Allah, tapi itu tidak gampang untuk dilalui. Allah pasti berikan cobaan dan rintangan di dalamnya, untuk menguji seberapa besar iman kita.
Jangan berpikir bahwa kita akan dibiarkan begitu saja memproklamirkan keimanan, hijrah dan taubat kita, tanpa diuji oleh Allah.
Allah Wa Ta’ala berfirman:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut : 2)
Banyak yang berhenti hijrah hanya sampai penampilan saja, atau bahkan ia kembali lagi ke kehidupan jahiliyahnya.
Seperti kita ketahui ada orang yang telah berhijrah menuju jalan Allah, namun di tengah jalan ia kembali lagi ke masa kelamnya. Seseorang tidak akan bisa survive sampai ia bisa menata hatinya.
“Jika kamu ada di jalan yang benar menuju Allah, berlarilah. Jika itu berat untukmu, berlari-lari kecil lah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Dan jika kamu tidak bisa, merangkak lah, tapi jangan pernah berhenti atau berbalik arah.” (HR. Imam Syafi’i)
Semangat untuk terus berubah menjadi lebih baik. Jangan lelah berjalan menuju Allah. Walaupun terseok-seok, jangan berhenti ataupun berbalik arah.|| ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmai.com
