“There’s no need to force yourself to be an all-rounder. Just focus on one field that makes you happiest, then become a great person in that field.”
“(Tidak perlu memaksakan diri menjadi orang yang serba bisa. Cukup tekuni satu bidang yang paling membuat Anda bahagia, lalu jadilah sosok yang hebat di bidang tersebut).”
Di tengah tuntutan zaman yang serba cepat, banyak orang terjebak dalam ambisi untuk menguasai segala hal. Padahal, membagi fokus ke terlalu banyak arah sering kali hanya menyisakan kelelahan tanpa hasil yang optimal.
Islam pun mengajarkan pentingnya fokus dan ketekunan (itqan). Allah Swt berfirman:
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ….
Artinya:
“Katakanlah: “Masing-masing orang berbuat menurut keadaannya (pembawaan/potensinya) masing-masing…” (Qs. Al-Isra‘: 84)
Dalam Tafsir Al-Misbah, ayat ini menjelaskan bahwa setiap individu dikaruniai potensi, kecenderungan, dan bakat yang berbeda-beda. Menekuni bidang yang sesuai dengan fitrah dan keahlian diri merupakan bentuk rasa syukur atas karunia tersebut.
Prinsip ini diperkuat dalam hadis sahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila mengerjakan suatu pekerjaan, ia melakukannya secara tuntas dan sempurna (itqan).” (H.R. At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath No. 897 dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman No. 4929; disahihkan dalam Shahih Al-Jami’, No. 1880)
Oleh karena itu, menjadi sosok yang hebat tidak berarti harus menguasai seluruh isi dunia. Temukan satu bidang yang menjadi minat (passion) Anda, asah dengan konsistensi, dan niatkan sebagai ibadah. Ketekunan pada satu jalan terbaik akan membimbing Anda mencapai puncak keberkahan dan keberhasilan sejati.
Semoga bermanfaat.
