Pelajaran hari ini yang terlintas bahwa manusia bukan hanya tentang apa yang terlihat. Jasad adalah badan yang Allah titipkan. Jiwa adalah ruh yang Allah muliakan.
Aku pernah merasakan ketika jasad ini terlalu mengikuti keinginan dunia, terlalu mengejar kenyamanan, terlalu sibuk memenuhi syahwat dan kesenangan, ada rasa di dalam hati yang perlahan menjadi berat.
Padahal jiwa yang Allah berikan memiliki fitrah untuk mengenal kebaikan. Namun ketika jasad tidak dijaga, jiwa bisa seperti terbelenggu.
Ada bisikan yang mengajak mencintai dunia berlebihan. Ada bisikan yang mengikuti hawa nafsu. Ada pula bisikan lembut yang mengingatkan untuk kembali kepada Allah.
Saat itu aku berkata dalam hati: “Ya Allah, jangan biarkan tubuh ini menjadi penghalang bagi ruhku untuk dekat kepada-Mu.”
Aku belajar bahwa menjaga diri bukan hanya tentang menjaga penampilan atau kesehatan badan, tetapi juga menjaga apa yang masuk ke dalam diri:
- makanan yang kita makan,
- pikiran yang kita pelihara,
- pandangan yang kita jaga,
- dan amal yang kita lakukan.
Karena jasad akan kembali menjadi tanah, tetapi ruh akan kembali menghadap Allah.
مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَا رَةً اُخْرٰى
“Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.” (QS Ta-Ha 20: 55)
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَ نْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَا لَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَا مِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُ خْرٰۤى اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS Az-Zumar 39: 42)
Semoga Allah menjadikan jasad ini sebagai kendaraan yang membawa jiwa semakin dekat kepada-Nya, bukan menjadi belenggu yang menjauhkan kita dari jalan-Nya.
Barakallahu fiikum.
