Masjid Harus Jadi Ruang Kreatif Anak Muda

www.majelistabligh.id -

Masjid perlu bertransformasi menjadi ruang yang dekat dengan kehidupan Generasi Z (Gen Z). Tak sekadar tempat beribadah, masjid harus hadir sebagai third place atau ruang ketiga—setelah rumah dan sekolah/tempat kerja—yang aman, kreatif, dan mendidik bagi anak muda untuk belajar, berkumpul, hingga berkarya.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Anggota Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cecep Taufiqurrohman, dalam acara Gerakan Subuh Mengaji.

Cecep menekankan pentingnya mengubah posisi anak muda di masjid. Gen Z tak boleh lagi hanya ditempatkan sebagai objek pengajian, melainkan harus dilibatkan aktif sebagai pengelola kegiatan.

“Anak-anak muda jangan hanya dijadikan objek kegiatan masjid, tetapi diaktifkan sebagai pengelola yang menghidupkan masjid. Ketika diberi tanggung jawab mengelola media sosial, membuat podcast, desain, dokumentasi, hingga acara olahraga dan kegiatan sosial, mereka akan sangat tertarik datang ke masjid,” ujar Cecep.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menerapkan konsep ini. Keberadaan organisasi otonom seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Nasyiatul Aisyiyah, serta jaringan masjid di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)—seperti sekolah, kampus, dan rumah sakit—menjadi modal kuat.

Ia juga mengingatkan agar masjid tidak terburu-buru dikunci seusai salat, melainkan tetap memfasilitasi ruang bagi anak muda untuk membaca, mengerjakan tugas, dan berdiskusi. Jika generasi muda Muhammadiyah makin jauh dari masjid, Cecep mengkhawatirkan ruang aktivitas tersebut akan diambil alih oleh kelompok lain.

Akronim ‘MASJID’ untuk Gen Z

Untuk memudahkan penerapan masjid yang relevan bagi Gen Z, Cecep merumuskan gagasan ini melalui akronim MASJID:

  • M (Meaningful): Memberi makna mendalam bagi anak muda yang sedang mencari nilai kebenaran.
  • A (Accessible): Mudah diakses dan terbuka lebar untuk berbagai aktivitas positif.
  • S (Social): Menjadi ruang sosial untuk membangun komunitas yang aman dan nyaman.
  • J (Joyful): Menghadirkan suasana yang menyenangkan dan penuh kegembiraan positif.
  • I (Inspiring): Menjadi sumber inspirasi dan memberikan teladan baik.
  • D (Digital): Menjangkau kehidupan Gen Z melalui adaptasi media digital.

Melalui pendekatan ini, masjid diharapkan tidak kehilangan marwahnya sebagai tempat ibadah, tetapi juga mampu tumbuh menjadi pusat ilmu pengetahuan, wadah kreativitas, dan ruang berkontribusi bagi generasi muda. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search