Mengalah, bagi sebagian orang dianggap lemah. Dianggap pecundang, dianggap rendah, dianggap nggak punya nyali. Dianggap sebelah mata. Tapi, aku lebih memilih mengalah. Dan tidak ingin terlibat urusan panjang dengan orang lain.
Ini versiku. Nggak semua orang bisa sepaham. Itu pilihan, tidak semua punya pilihan yang sama.
Mengalah itu sulit. Nggak semua orang mampu. Nggak semua orang juga rela menjadi orang yang suka mengalah. Bisa jadi orang memang akan lebih menginjak-injak kita. Tapi aku percaya, Allah pasti nggak tinggal diam umat-Nya diperlakukan tidak adil ketika ia sudah di posisi yang benar.
Firman Allah,
وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
“… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali ‘Imran 3: 134)
Mengalah itu banyak mengajari kita untuk tidak memperkarakan hal-hal yang sebenarnya sepele untuk dijadikan masalah besar.
Mengalah nilainya rendah di mata manusia, tapi sangat tinggi nilainya di mata Allah yang memperhatikan hidup kita.
Semoga bermanfaat.
