Muhammadiyah USA Sukses Gelar Baitul Arqam Pertama

PCIM USA gelar Baitul Arqam secara daring. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat resmi mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan Baitul Arqam untuk pertama kalinya pada Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026.

Berlangsung secara daring, agenda ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem kaderisasi, pemahaman Kemuhammadiyahan, serta konsolidasi organisasi bagi warga diaspora di Negeri Paman Sam.

Meski terpisahkan bentang geografis yang amat luas, sebanyak 26 peserta yang tersebar dari wilayah West Coast hingga East Coast antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Para peserta datang dari beragam latar belakang profesi, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga praktisi profesional yang aktif dalam dinamika masyarakat Amerika Serikat.

Ketua Umum PCIM Amerika Serikat, Rachmadian Wulandana, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas terwujudnya agenda ini. Bagi PCIM AS, penyelenggaraan Baitul Arqam merupakan buah manis dari perjalanan panjang dalam membangun jaringan keorganisasian.

“Pelaksanaan Baitul Arqam pertama ini menjadi momentum vital untuk mempererat ikatan antar-kader sekaligus mengukuhkan sistem perkaderan yang lebih terstruktur bagi warga Muhammadiyah yang tersebar di berbagai negara bagian,” ujar Rachmadian.

Senada dengan hal tersebut, Penasehat PCIM Amerika Serikat, Muhamad Ali, menegaskan bahwa menyatukan para kader di tengah luasnya wilayah Amerika Serikat bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, keberhasilan penyelenggaraan acara ini menjadi penanda krusial dalam peta pertumbuhan dakwah Muhammadiyah di ranah global.

Dukungan penuh juga mengalir dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Iip Ichsanudin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi reputasi positif Muhammadiyah yang selama ini terbangun di tanah air. Iip berharap reputasi tersebut dapat ditransformasikan ke dalam ruang sosial dan pendidikan di Amerika Serikat, sehingga kehadiran Muhammadiyah membawa kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat global.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., menyoroti pentingnya kegiatan ini untuk membangun verstehen—pemahaman mendalam dan utuh—mengenai ideologi Muhammadiyah.

Menurutnya, kader di perantauan perlu memahami Muhammadiyah tidak hanya sebatas organisasi, tetapi sebagai gerakan Islam yang mengusung nilai, sejarah, cara pandang, dan orientasi perjuangan yang jelas.

Selama dua hari, para peserta dibekali materi substantif, seperti Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Manhaj Tarjih, Tuntunan Ibadah, Risalah Islam Berkemajuan, hingga Isu Kemanusiaan Internasional dan Ta’awun Global.

Sebagai nilai tambah, hadir pula Ustadz Dr. Shamsi Ali pada hari kedua untuk membawakan materi muatan lokal bertajuk “Peran Muhammadiyah dalam Menghadapi Islamofobia dan Dinamika Multikulturalisme di Amerika Serikat.” (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search