“Knowledge will elevate a person’s status, but it is morals and honesty that maintain his honor.”
“(Ilmu akan mengangkat derajat manusia, tetapi akhlak dan kejujuranlah yang menjaga kehormatannya).”
Fenomena sosial saat ini sering menunjukkan bahwa sebagian orang lebih memilih menjilat kekuasaan daripada meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan kerja keras. Padahal, bangsa yang maju lahir dari manusia berilmu, berintegritas, dan memiliki rasa malu. Pendidikan bukan sekadar mencari ijazah, melainkan membentuk karakter yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Allah Swt berfirman:
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat ini menjelaskan bahwa ilmu menjadi jalan kemuliaan manusia, bukan sikap rendah diri demi kepentingan duniawi. Dalam hadis, Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“ Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya mencapai jalan menuju surga .” (HR.Muslim No.2699)
Hadis ini menegaskan bahwa ilmu adalah kemuliaan, bukan alat kesombongan atau kepentingan sesaat.
Marilah kita membangun bangsa dengan ilmu, akhlak, dan kejujuran. Kehormatan sejati tidak diperoleh dengan menjilat manusia, tetapi dengan ketaqwaan dan integritas di hadapan Allah Swt.
Semoga bermanfaat.
