Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Orientasi dan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMU) se- wilayah provinsi yang berlangsung di Gedung Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jalan Cilik Riwut Km 4,5 Nomor 74, Kota Palangka Raya, pada 19–20 Juni 2026.
Acara pembukaan ini diikuti , Jajaran Pimpinan Wilayah (PWM) Kalimantan Tengah, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Tim SatuMU PP Muhammadiyah. , Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Tengah , perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah, serta agen dan verifikator SatuMU dari 14 kabupaten di Kalimantan Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, hadir empat perwakilan dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, yaitu Bendahara MPI PP Muhammadiyah Drs. H. Purwana, M.A., Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah M. Amir Nashiruddin, S.H.I., serta dua anggota MPI PP Muhammadiyah, Lutfi M. Purba dan Arwan.
Ketua PWM Kalimantan Tengah, Prof. Dr. H. Ahmad Syar’i, MPd yang membuka kegiatan tersebut menegaskan, penguatan tata kelola data menjadi kebutuhan penting bagi organisasi modern. Menurutnya, data yang terkelola dengan baik akan menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan organisasi di masa depan.
“Melalui korelasi data yang kuat dan terpusat dalam gerakan satu data ini, insyaallah Kalimantan Tengah tidak akan tertinggal secara nasional. Target-target yang telah ditetapkan harus segera kita kejar bersama. Saya berharap para peserta dapat mengikuti ToT ini dengan serius agar sistem digitalisasi kita berjalan optimal di semua daerah,” ujarnya.
Ahmad Syar’i menilai gerakan satu data tidak hanya berkaitan dengan administrasi organisasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat eksistensi dan pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat. Karena itu, seluruh unsur Persyarikatan diharapkan memiliki kesadaran yang sama dalam membangun budaya pendataan yang tertib, akurat, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan program transformasi digital yang saat ini sedang dijalankan Muhammadiyah secara nasional melalui platform SatuMU.
Bendahara Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Drs. H. Purwana, MA menjelaskan, SatuMU merupakan gerakan integrasi data Persyarikatan yang bertujuan menyatukan potensi warga Muhammadiyah, kader, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam satu sistem yang terhubung.
Menurut Purwana, terdapat tiga pilar utama dalam gerakan SatuMU. Pertama, sebagai gerakan persatuan yang menghubungkan seluruh elemen Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting. Kedua, membangun satu data terintegrasi secara nasional untuk memetakan potensi riil warga Muhammadiyah secara lebih akurat. Ketiga, mendukung akselerasi program-program strategis Persyarikatan, termasuk digitalisasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan penguatan media publikasi.
“Secara nasional, sistem ini terus bergerak. Masih ada ruang besar bagi Kalimantan Tengah untuk mengoptimalkan input data warganya ke dalam sistem SatuMU. Melalui ToT inilah peran para agen dan verifikator di daerah dibentuk untuk mengawal gerakan tersebut,” jelas Purwana.
Sementara itu, Wakil Sekretaris I Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, M. Amir Nashiruddin, SH.I menegaskan, transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola organisasi yang modern, profesional, dan akuntabel.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua perjalanannya.
“Selain dari amanat muktamar, digitalisasi Muhammadiyah ini adalah penanda bagi Muhammadiyah memasuki abad kedua,” katanya.
Amir mengakui Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi Islam yang maju dan modern. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam pengelolaan data, administrasi, dan dokumentasi organisasi yang perlu terus dibenahi hingga ke tingkat daerah dan ranting.
“Kita dikenal sebagai organisasi yang maju, modern, dan profesional. Tetapi ketika melihat ke dalam, masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam tata kelola data dan administrasi organisasi,” ujarnya.
Untuk mendukung reformasi digital Persyarikatan, Muhammadiyah mengembangkan berbagai platform digital, di antaranya Muhammadiyah ID sebagai identitas digital tunggal warga Muhammadiyah yang terintegrasi dengan berbagai layanan organisasi, termasuk KTAM dan layanan digital lainnya.
Selain itu, Muhammadiyah juga mengembangkan MASA (Muhammadiyah Aisyiyah Super App), sebuah platform yang dirancang sebagai ruang digital bersama bagi warga Persyarikatan dan masyarakat luas. Melalui platform tersebut, berbagai layanan, informasi, dan aktivitas organisasi dapat diakses secara lebih mudah dan terintegrasi.
“MASA diharapkan menjadi ruang bersama yang mempertemukan warga Muhammadiyah dalam ekosistem digital yang produktif dan bermanfaat,” jelas Amir.
Di tingkat wilayah, Sekretaris PWM Kalimantan Tengah, Mulyono, mengingatkan pentingnya meningkatkan kapasitas Muhammadiyah di ruang digital. Ia memaparkan sejumlah data evaluasi yang menunjukkan perlunya penguatan publikasi, dokumentasi, dan penyediaan konten digital yang lebih aktif dan berkualitas.
“Di ruang digital, seperti penyediaan materi khotbah atau konten harian, kita sering kali terlambat memperbarui informasi. Ini membuktikan bahwa perangkat kita di daerah harus bergerak lebih aktif dan tidak boleh asal-asalan lagi,” tuturnya.
Meski demikian, Mulyono mengajak seluruh peserta menyambut transformasi digital ini dengan optimisme dan gembira. Menurutnya, kegiatan ToT SatuMU merupakan momentum penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Muhammadiyah yang mampu mengawal digitalisasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Mengapa kita berkumpul di forum ToT ini? Jawabannya adalah untuk bergembira. Kita harus bersyukur karena di tempat ini kita sedang dilatih untuk membawa kemajuan nyata bagi dakwah digital Muhammadiyah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu PWM Kalimantan Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada BPMP Kalimantan Tengah yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Melalui Orientasi dan ToT SatuMU ini, Muhammadiyah Kalimantan Tengah berharap setiap daerah memiliki tim fasilitator dan pendamping yang mampu mengimplementasikan sistem SatuMU hingga tingkat cabang dan ranting. Dengan demikian, tata kelola data, pelayanan anggota, administrasi organisasi, serta pengembangan dakwah Muhammadiyah dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan terintegrasi di era digital. (bonni febrian)
