Pentingnya Rezeki Halal

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Rezeki halal menjadi pondasi utama yang membawa ketenangan hati, keberkahan rumah tangga, dan nilai ibadah bagi keluarga. Harta halal mendatangkan kedamaian jiwa serta menghindarkan dari kesempitan hidup. Membuat hidup rukun, anak-anak mudah taat, serta harta tumbuh subur meski jumlahnya tidak banyak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:

«أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ:

﴿يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ﴾

وَقَالَ:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ﴾

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ، أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟»

رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

“Wahai manusia! Sesungguhnya Allah itu Maha baik dan Dia tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul. Allah berfirman:

‘Wahai para rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’

Dan Allah juga berfirman:

‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.’

Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya kusut dan tubuhnya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku!’ Namun makanan yang dimakannya haram, minuman yang diminumnya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim (no. 1015 / dalam kitab az-Zakah bab qabul ash-shadaqah min al-kasb at-thayyib dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Kandungan hadis:

  1. Allah itu طَيِّبٌ (Maha Baik/Suci dari segala kekurangan). Allah memiliki sifat-sifat yang sempurna dan tidak menerima sesuatu yang buruk atau tidak baik.
  2. Allah hanya menerima sesuatu yang baik. Baik dalam hal makanan, penghasilan, harta, amal, maupun usaha yang dilakukan seorang Muslim.
  3. Mencari rezeki yang halal adalah perkara yang sangat penting. Seorang Muslim tidak cukup hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga harus memperhatikan dari mana makanan dan hartanya diperoleh.
  4. Harta haram menjadi penghalang terkabulnya doa. Hadits ini memberikan peringatan keras bahwa makanan, minuman, pakaian, dan penghasilan yang haram dapat menjadi sebab terhalangnya doa.
  5. Makanan yang halal berpengaruh terhadap amal dan kehidupan seseorang. Apa yang masuk ke dalam tubuh melalui rezeki yang halal membantu seseorang menjaga kebaikan dan ketakwaannya.
  6. Doa memiliki beberapa sebab yang mendukung terkabulnya. Dalam hadis disebutkan seorang musafir yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan mengangkat tangannya ke langit. Namun, karena kehidupannya dipenuhi perkara haram, terdapat penghalang besar bagi terkabulnya doa.
  7. Perintah kepada orang beriman sejalan dengan perintah kepada para rasul. Allah memerintahkan keduanya untuk memakan yang baik dan mengerjakan amal saleh.
  8. Halal bukan hanya berkaitan dengan makanan. Hadits ini juga mengajarkan pentingnya memastikan sumber penghasilan, pakaian, minuman, dan harta berasal dari jalan yang halal.
  9. Amal saleh harus dibangun di atas sesuatu yang baik. Tujuan yang baik tidak menjadikan cara yang haram menjadi halal.
  10. Seorang Muslim harus berusaha qonaah (puas) dengan yang halal dan iffah(menjaga diri) dari yang haram dan syubhat agar cara memperoleh harta dan amal yang dilakukan sama-sama baik.
  11. Perhatikan kehalalan rezekimu, karena rezeki yang baik merupakan bagian penting dari diterimanya amal dan terkabulnya doa. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search