Prosesi Penggantian Kiswah Kakbah Menyambut 1 Muharram 1448 H

Proses pergantian kiswah Kakbah dijaga puluhan petugas Askar. (ist)
www.majelistabligh.id -

Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Masjidil Haram kembali menjadi saksi dari salah satu ritual paling agung dan sakral di dunia Islam. Pada malam 1 Muharram, kain penutup Kakbah yang dikenal sebagai Kiswah, resmi diganti dengan yang baru.

Prosesi tahunan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan sebuah simbol penghormatan tertinggi terhadap Baitullah sekaligus penanda spiritual dimulainya lembaran tahun yang baru. Tradisi yang memadukan spiritualitas, seni tinggi, dan ketelitian mutakhir ini selalu berhasil memukau jutaan pasang mata umat Muslim di seluruh penjuru dunia.

Menurut otoritas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Kiswah yang baru tidak lahir begitu saja. Kain megah berwarna hitam pekat ini diproduksi di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa di Mekkah. Pembuatannya melibatkan lebih dari 200 perajin dan ahli tekstil profesional asal Arab Saudi yang bekerja dengan ketelitian tinggi selama berbulan-bulan.

Untuk mendukung kemegahan Kakbah, material yang digunakan pun sangat fantastis. Setiap satu set kiswah menghabiskan sekitar 850 kilogram sutra alami berkualitas tinggi yang diimpor secara khusus. Kemewahan kain ini semakin terpancar berkat hiasan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang disulam menggunakan 120 kilogram benang emas murni dan 100 kilogram benang perak. Secara keseluruhan, mahakarya ini memiliki total luas mencapai 658 meter persegi yang dirangkai dari 47 potongan kain yang dijahit secara presisi.

“Setiap jengkal benang emas yang disulam di atas sutra hitam ini adalah bentuk cinta dan pengabdian tertinggi kami kepada Rumah Allah. Ini bukan sekadar pekerjaan, ini adalah kehormatan spiritual yang tidak bisa dinilai dengan materi,” ujar salah satu perajin senior di kompleks pembuatan Kiswah.

Proses pemindahan Kiswah dari pabrik menuju Masjidil Haram dilakukan dengan pengawalan ketat. Tim teknis dan para ahli memeriksa ulang setiap detail kaligrafi, motif hias, hingga kekuatan sambungan kain demi memastikan tidak ada cacat sekecil apa pun.

Ketika malam pergantian tahun tiba, operasi pemeliharaan tingkat tinggi pun dimulai. Petugas khusus mengawalinya dengan melepas seluruh ornamen berlapis emas dan bagian sulaman timbul (hizam) yang menempel pada kain lama. Selanjutnya, kain Kiswah yang telah menyelimuti Kakbah selama setahun penuh diturunkan secara bertahap dan perlahan agar tidak menyentuh lantai secara kasar.

Sebagai gantinya, lembaran kain baru dinaikkan ke struktur Kakbah menggunakan tangga hidrolik khusus. Proses ini menuntut tingkat presisi luar biasa agar keempat sisi Kakbah tertutup secara simetris dan utuh. Sebagai sentuhan akhir, petugas memasang kembali hizam atau sabuk Kakbah di bagian atas serta sitarah, yaitu tirai penutup pintu Kakbah yang dipenuhi sulaman emas vertikal yang indah.

Lebih dari Sekadar Estetika

Bagi umat Islam, tradisi yang telah terjaga selama lebih dari 14 abad ini membawa pesan teologis yang mendalam. Penggantian kain pembungkus kiblat ini mencerminkan konsep pembaruan diri (tajdid) yang sejalan dengan semangat hijrah.

“Melihat Kakbah berganti pakaian baru di awal tahun memberikan rasa haru yang luar biasa. Ini adalah pengingat visual bagi kita semua untuk membersihkan hati dan memperbarui niat dalam menghamba kepada-Nya di tahun yang baru,” ungkap seorang jemaah haji yang menyaksikan prosesi tersebut.

Saat fajar 1 Muharram 1448 Hijriah menyingsing, Kakbah berdiri megah dengan balutan kain hitam baru yang berkilau di bawah sinar matahari pagi. Momen magis ini menegaskan komitmen berkelanjutan dari Pemerintah Arab Saudi dalam menjaga dan merawat simbol persatuan umat Islam sedunia dari generasi ke generasi. Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search