Raihlah Rida Allah, Jangan Rida Manusia

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba- hambaNya.” (QS Al-Baqarah : 207)

Di ayat yang lain Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman:

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama- lamanya. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinah : 8)

Sedekat apapun hubunganmu dengan manusia, tetap tidak akan ada seorangpun yang dapat memahamimu dengan baik selain Allah.

Sekuat apapun pertolongan manusia terhadapmu, tetap tidak akan ada seorangpun yang dapat menolongmu, melebihi pertolongan Allah.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah: 5)

Sebaik apapun engkau mengadu kepada manusia, tetap saja manusia hanya bisa memberi saran, sedang Allah yang kuasa memberimu jalan.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah : 6)

Maka ketika beban hidup terlalu berat, persoalan datang silih berganti, kesulitan yang menghimpit,  musibah datang melanda, masalah sulit teratasi, maka memohonlah kepada Allah.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153)

Sungguh setiap tangismu, kesusahanmu, masalahmu, kesedihanmu, hanya Allah lah tempatmu terbaik untuk memohon. Karena tidak ada yang Maha mendengar kecuali Allah, tidak ada yang Maha pengasih kecuali Allah, tidak ada yang Maha kuasa kecuali Allah.

Maka jadikanlah Allah tujuan pertamamu untuk memohon, sebelum engkau memohon kepada manusia. Dan hal Inilah yang juga telah dicontohkan oleh Nabi dan orang- orang shalih.

Nabi Ya’qub AS berkata, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan,..dan kesedihanku.” (Qs.Yusuf : 86)

Al-Hafidz Ibnul Jauzi rahimahullah juga mengatakan:

“Dahulu salaf tidak suka mengadu kepada manusia. Pengaduan meskipun bisa memberikan kenyamanan, namun hal itu menunjukkan adanya kelemahan dan kehinaan. Sedangkan bersabar darinya menjadi bukti adanya KEKUATAN dan KEMULIAAN .” (Ats-tsabaat ‘indal Mamaat 55)

Semoga Allah memberi kita kemudahan dalam setiap kesulitan, memberi kita kekuatan dalam setiap kelemahan dan menguatkan tauhid kita dalam setiap keadaan. Aamiin.

Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah jadikan dia faham dalam urusan agamanya.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Kebenaran datangnya dari Allah dan kesalahan adalah perbuatan manusia oleh karena itu apabila ada yang salah mohon dimaafkan.

Barakallah fikum.

ismirzaf@gmail.com ; fimdalimuthe55@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search