Sebanyak 6.000 warga Aisyiyah dan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sumatera Barat memadati Masjid Syekh Ahmad Khatib Alminangkabawi, Kota Padang. Kehadiran ribuan jemaah sejak malam hari ini menandai digelarnya Tabligh Akbar sekaligus Pengajian Tiga Bulanan Aisyiyah Sumbar ke-10 yang mengusung tema “Muhammadiyah dan Aisyiyah Berhaji“.
Ketua PW Aisyiyah Sumbar, Dr. Syur’aini, M.Pd., menyampaikan rasa harunya atas antusiasme kader yang terus meningkat sejak pengajian perdana diresmikan pada 2022 lalu. “Pengajian ini sudah menjadi napas bagi warga Aisyiyah. Alhamdulillah, konsistensi dan partisipasi jemaah terus tumbuh,” ujarnya.
Apresiasi senada disampaikan Wakil Ketua PWM Sumbar, Hendri Novigator. Menurutnya, kehadiran jemaah yang bertahan sejak malam hari mencerminkan keikhlasan serta komitmen kuat warga persyarikatan.
Ketua Panitia, Jusmawati, menambahkan bahwa jemaah yang hadir merupakan perwakilan dari Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten dan kota se-Sumbar. Setelah sukses digelar di Payakumbuh dan Padang, agenda rutin berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Dharmasraya.
Pesan Edukasi dan Darurat Generasi Muda
Dalam ceramahnya, Ustadz Azka Ummah, Lc., MH., menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu dan keharmonisan keluarga. Ia mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang bermula dari rumah, sehingga perlindungan terhadap anak-anak sebagai generasi penerus harus dilandasi rasa kasih sayang.
Isu perlindungan generasi muda ini diperkuat oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Dalam sambutannya, ia menyoroti data mengkhawatirkan terkait maraknya marjinalisasi moral di tingkat pelajar dan mahasiswa.
“Sumatera Barat masuk lima besar nasional untuk kasus komunitas LGBT di kalangan perguruan tinggi dan SMA, serta maraknya anak sekolah yang dimanfaatkan menjadi kurir narkoba,” ungkap Maigus.
Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan surau dan penguatan karakter bangsa. Pemerintah Kota Padang juga berkomitmen menggandeng Aisyiyah dalam berbagai program penyelamatan generasi mendatang.
Tak hanya berisi pengajian, momentum ini juga ditandai dengan langkah strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PW Aisyiyah Sumbar. Kerjasama ini diresmikan oleh ISE Manager BSI, Ari Suharso, serta Area Manager BSI Padang, Hadi Wijaya Arifin, guna memperkuat sinergi sektor keuangan syariah dengan gerakan perempuan Muhammadiyah.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada PDA kabupaten/kota dengan tingkat kehadiran terbaik, serta pemberian apresiasi khusus kepada kader Aisyiyah tertua yang hadir di lokasi. (*/tim)
