Kajian Muslimah Masjid Ar-Royyan: “Saat Hati Lelah, Kembalilah kepada Allah”

kajian rutin bulanan Kaira (Kajian Muslimah Masjid Ar-Royyan) Muhammadiyah Buduran. (ist)
www.majelistabligh.id -

Rasa lelah dalam menjalani kehidupan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, bagi seorang mukmin, kelelahan bukanlah alasan untuk menyerah. Justru ketika hati terasa berat, tempat terbaik untuk bersandar adalah Allah Swt.

Pesan tersebut mengemuka dalam kajian rutin bulanan Kaira (Kajian Muslimah Masjid Ar-Royyan) Muhammadiyah Buduran pada Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Saat Hati Lelah, Kembali kepada Allah”, kegiatan ini menghadirkan Ustazah Siti Chaulah—praktisi dakwah sekaligus alumni Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran—sebagai penceramah. Para jamaah muslimah pun menyimak tausiyah dengan penuh antusias.

Dalam pemaparannya, Ustazah Siti Chaulah mengingatkan bahwa kehidupan memang tidak lepas dari ujian. Karena itu, kita tidak boleh menganggap ujian sebagai tanda bahwa Allah telah meninggalkan hamba-Nya. Beliau mengutip surah Al-Ankabut ayat 2:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?”

Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan iman. Baik saat menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, pendidikan, maupun ekonomi, seorang muslimah hendaknya terus memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

“Ketika hati lelah, jangan menjauh. Justru saat itulah kita harus semakin mendekat kepada Allah,” pesan penceramah yang akrab disapa Ustazah Sikol ini.

Beliau menambahkan bahwa manusia sering kali keliru mencari tempat mengadu. Padahal, Allah adalah satu-satunya tempat kembali yang utama. Salat, doa, zikir, tilawah Al-Qur’an, serta amal saleh menjadi sarana ampuh untuk menenangkan jiwa.

Melalui surah Al-Mulk ayat 2, beliau juga menjelaskan bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa yang terbaik amalnya. Ukuran keberhasilan hidup bukanlah seberapa banyak kesenangan yang dimiliki atau seberapa bebas seseorang dari masalah, melainkan bagaimana ia menyikapi setiap keadaan dengan iman.

“Kesusahan dan kesenangan, keduanya adalah ujian dari Allah. Jadi, ujian itu bukan cuma berupa kesusahan,” tegasnya.

Kajian ini menjadi wadah untuk saling menguatkan. Di tengah hiruk-pikuk kesibukan, jamaah diajak menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan iman dan ketenangan hati—bukan hanya didatangi saat butuh pertolongan.

Sebagai penutup tausiyahnya, Ustazah Sikol mengajak jamaah untuk mengamalkan doa Nabi Yunus AS ketika berada dalam kesulitan:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Sebab, hanya kepada-Nya setiap hati yang gelisah menemukan kedamaian. Kegiatan kajian rutin ini kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab serta pembagian doorprize dari panitia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search