Roda Zaman Menggilas Kita Terseret Tertatih-Tatih

Roda Zaman Menggilas Kita Terseret Tertatih-Tatih
*) Oleh : M. Mahmud, M.Pd.I
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Hidup manusia senantiasa bergerak di bawah putaran roda zaman. Ia berputar tanpa henti, membawa perubahan yang kadang terasa begitu cepat, kadang begitu berat. Dalam pusaran itu, kita sering merasa terseret, tertatih-tatih, bahkan kehilangan pijakan. Ini menggambarkan realitas bahwa zaman tidak pernah berhenti menuntut adaptasi, sementara manusia sering kali tertinggal oleh derasnya arus.

Roda Zaman dan Kehidupan

Roda zaman adalah simbol perjalanan waktu yang terus berputar. Ia menggilas siapa saja yang tidak siap menghadapi perubahan. Teknologi, budaya, dan nilai sosial bergeser begitu cepat, membuat banyak orang merasa terasing di tengah dunia yang mereka huni

Terseret dan Tertatih-Tatih

Terseret berarti kita tidak lagi menjadi subjek yang mengendalikan, melainkan objek yang dipaksa mengikuti arus.

Tertatih-tatih melukiskan kondisi rapuh: kita berusaha bertahan, tetapi langkah terasa berat, penuh luka dan keletihan.

Gambaran ini relevan dengan generasi yang kehilangan arah, orang tua yang bingung menghadapi anak-anak di era digital, atau masyarakat yang terjebak dalam krisis moral.

Lagu “Menjaring Matahari” karya Ebiet G. Ade adalah salah satu syair yang penuh makna dan refleksi.

Inti Pesan Syair:

Mengajak manusia untuk merenung dan mencari makna hidup di balik perjalanan waktu. Ada ajakan untuk menyadari keterbatasan diri, sekaligus semangat untuk terus berusaha meraih cahaya (matahari sebagai simbol harapan dan kebenaran). Menekankan pentingnya kejujuran, kesederhanaan, dan keteguhan hati dalam menghadapi kehidupan.

Makna simbolik:

Matahari: lambang kebenaran, harapan, dan pencerahan.

Menjaring: usaha manusia yang tak pernah berhenti, meski mustahil menangkap matahari secara fisik, tetapi bermakna sebagai pencarian spiritual dan moral.

Beberapa ayat Al-Qur’an menggambarkan bagaimana roda zaman (perputaran waktu, pergantian siang-malam, dan perubahan kondisi hidup) terus berputar, menguji manusia, dan membuat sebagian orang tertatih-tatih jika tidak berpegang pada iman. Ayat-ayat ini menekankan bahwa perubahan adalah sunnatullah, dan manusia dituntut untuk siap menghadapi gilasan zaman dengan sabar dan istiqamah.

Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Relevan:
1. QS. Al-A’raf: 54
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ʻArasy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam.

2. QS. Al-‘Ashr: 1-3
وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ
1. Demi masa,
2. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Ayat ini paling jelas menggambarkan gilasan waktu.
Waktu adalah roda yang terus berjalan; siapa yang lalai akan tergilas, sementara yang beriman dan sabar tetap tegak

Refleksi dari Ayat-Ayat Ini

• Roda zaman adalah sunnatullah: pergantian siang-malam, masa senang-susah, muda-tua, semuanya pasti terjadi.

• Manusia bisa tergilas jika hanya mengejar dunia tanpa pegangan iman.

• Kekuatan iman dan sabar adalah kunci agar tidak tertatih-tatih dalam arus perubahan
.
• Komunitas beriman (ta’awun, saling menasihati) menjadi penopang agar tidak terseret sendirian. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search