Sekretaris Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Hadiri Pertemuan Nasional: Menjemput Era Baru Manajemen Rumah Allah

Sekretaris Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Hadiri Pertemuan Nasional: Menjemput Era Baru Manajemen Rumah Allah
www.majelistabligh.id -

Masjid bukan sekadar bangunan dengan kubah dan menara; ia adalah jantung umat yang harus berdenyut dengan ritme profesionalisme. Di tengah arus zaman yang kian cepat, keikhlasan niat pengurus masjid kini harus bersanding mesra dengan kecakapan manajerial. Kesadaran inilah yang membawa energi perubahan ke Gedung Auditorium KH. Masjkur, Masjid Sabilillah Kota Malang, dalam perhelatan Masjid Indonesia Berdaya Academy Batch 10, Sabtu – Ahad (18-19/4/2026).

Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, menunjukkan komitmennya dalam menjemput transformasi ini dengan mengutus Bayu Firdaus sebagai delegasi. Kehadiran Sekretaris Takmir Masjid Ar Royyan di tengah pejuang masjid se-Nusantara adalah bukti bahwa Masjid Ar-Royyan siap naik kelas, dari pengelolaan konvensional menuju tata kelola modern yang berdampak luas.

Sinergi Tokoh Bangsa dan Visi Melintasi Batas
Pertemuan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah inkubator bagi masjid-masjid terpilih yang telah lolos verifikasi ketat. Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Ustaz Luqmanul Hakim, Ustaz Abdul Somad, dan Habib Muhammad bin Anies Shahab memberikan ruh spiritual yang kuat, mengingatkan bahwa mengelola masjid secara profesional adalah bentuk tertinggi dari memuliakan rumah Allah.

Bayu Firdaus menyampaikan, para peserta, yang datang dari ujung Bali hingga Pontianak, dibekali dengan instrumen kepemimpinan modern. Mulai dari analisa SWOT untuk memetakan kekuatan masjid, strategi branding media sosial bersama Kang Inong (Founder Shift Media), hingga kemandirian finansial melalui digital fundraising bersama tim Kitabisa.com.

“Inilah momentum di mana manajemen dakwah bertemu dengan kecanggihan teknologi untuk satu tujuan: kemaslahatan jamaah,” jelasnya.

Bayu Firdaus, yang berdiskusi intens dengan puluhan pengurus masjid lintas daerah, merasakan betapa pentingnya sinergi ini.

“Di sini kami belajar bahwa persoalan masjid tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita harus saling menguatkan, berbagi data, dan berbagi inspirasi untuk satu tujuan mulia: memakmurkan rumah Allah secara totalitas,” ungkapnya.

Masjid yang Hidup dan Menghidupkan
Visi besar ini dipertegas oleh Ustaz Ridwan Manan, Ketua Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Ia  menekankan bahwa profesionalisme adalah kunci agar masjid menjadi solusi nyata bagi persoalan umat.

“Masjid harus mampu menjadi pusat pemberdayaan, penggerak sosial, dan pilar peradaban. Ia harus hidup dan menghidupkan jamaahnya. Masjid yang kuat adalah masjid yang dikelola secara amanah, profesional, dan mampu menghadirkan program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masa depan umat,” pesan Ustaz Ridwan Manan dengan penuh semangat.

Menuju Profesionalisme yang Amanah

Kegiatan ini meninggalkan satu pesan kuat bagi kita semua: bahwa profesionalisme dalam mengelola masjid adalah kebutuhan mendesak, bukan pilihan. Dengan tata kelola yang rapi, data yang akurat, dan komunikasi yang modern, masjid akan kembali pada fungsinya yang agung sebagai mercusuar peradaban. Mari kita jadikan masjid-masjid kita sebagai rumah yang tidak hanya nyaman untuk bersujud, tapi juga berdaya dalam memajukan kehidupan. (darwis)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search