Seorang laki-Laki (suami) wajib berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Meskipun mungkin seorang istri sudah mampu memenuhinya. Faktanya kehidupan di dunia itu memang sangat menggoda Iman setiap insan.
Ada orang yang merasakan sulitnya mencari rezeki. Ada yang rela meninggalkan keluarga bukan karena tidak cinta, tetapi karena demi tanggang jawab memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup bagi keluarga.
Di sisi lain ada sebagian orang yang nampak begitu mudahnya memperoleh rezeki, seakan apapun kebutuhan yang dia inginkan selalu terpenuhi.
Maka bagi orang yang lemah Imannya pasti akan mudah tergiur dengan godaan syetan dan tawaran agar bisa mendapatkannya dengan cara yang lebih mudah dan lebih cepat. Tak peduli haram atau halal, baik pada cara untuk memperolehnya, sumber rezekinya.
Mencari dengan cara haram saja susah, ngapain harus dengan cara yang halal. Alasan apa boleh buat berdosa, karena terpaksa dan lain sebagainya.
Saudara dan sahabatku
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Akan datang suatu masa kepada manusia, yang didalamnya manusia tidak kuasa mencari penghidupan melainkan dengan cara maksiat, hingga seorang laki-laki berani berdusta dan bersumpah.
“Maka jika masa itu telah datang hendaklah kalian lari. Ditanyakan kepada beliau “Hai Rasulallah, kemanakah harus lari”?
Beliau menjawab: “Kepada Allah dan kepada KitabNya dan kepada SunnahNya” (HR. Ad Dailamiy)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Akan datang satu masa kepada manusia, di mana seorang laki-laki sudah tidak memperdulikan lagi dari mana ia mendapatkan harta.” (HR. An Nasa’i)
Saudara dan sahabatku
Sebagai orang yang beriman, wajib bagi kita bahwa setiap umat itu telah mendapatkan jatah rezeki sesuai kehendakNya. Dan ketentuan Allah itu pasti yang terbaik.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Dunia itu manis lagi pula menghijau (tanda kesuburannya). Siapa berusaha di dalamnya untuk mendapatkan harta dari yang halal dan membelanjakannya pada tempat yang sebenarnya, maka Allah akan memberi pahala dan memasukkannya kedalam surgaNya.
Dan siapa yang berusaha yang didalamnya untuk mendapatkan harta yang tidak benar, maka Allah akan memasukkannya kedalam rumah yang hina (neraka)
Dan banyak orang yang berusaha (mencari harta) dalam dunia ini dengan jiwa yang condong kepada haram, maka baginya akan mendapatkan neraka dihari kiamat. (HR. Baihaqi)
Jika kita hanya takut kepada sesama manusia, mungkin segala cara masih akan ditempuh. Tetapi jika kita takut kepada Allah yang Maha Mengetahui segala-galanya, Maha Melihat dan Maha Mendengar, maka In syaa Allah kita mampu menghindari dan menjauhi mencari nafkah melalui cara yang haram.
Sungguh menakutkan sanksi dari Allah
Rasulullah bersabda:
“Hai Sa’ad!” perbaiki makananmu tentu doamu dikabulkan, dan demi Zat jiwa Muhammad di kekuasaanNya, sesungguhnya hamba yang memasukkan makanan haram di dalam mulutnya (sampai dalam perut) tidak akan diterima amalnya sampai 40 hari. Dan mana saja hamba yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram maka neraka lebih utama baginya.” (HR. Thabrani)
“Siapa yang tidak memperdulikan darimana ia mendapatkan harta, maka Allah tidak akan memperdulikan darimana ia akan masuk pintu neraka.” (HR. Ibnu Umar)
Semoga Allah mengampuni segala dosa kita, dan menerima semua amal ibadah kita. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah, berlimpah pula rezeki yang barokah. Aamiin.
In syaa Allah bermanfaat. || ismirzaf@gmail.com
