Belajar Memahami, Bukan Menyalahkan

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Ikan mencintai air, namun air bisa membawanya pada luka.

Daun setia pada angin, namun angin pula yang membuatnya jatuh.

Manusia menggantung harap pada tanah, namun tanah juga menjadi tempat terakhirnya.

Lalu kita bertanya, “Mengapa dunia sekejam ini?”

Padahal, bukan air yang menyakiti, melainkan panas yang tersembunyi di baliknya. Bukan angin yang mengkhianati, tapi waktu yang mengubah segalanya. Bukan tanah yang merenggut, melainkan takdir yang sudah ditetapkan.

Sering kali kita terlalu cepat menilai dari apa yang terlihat, menyalahkan keadaan, bahkan menyalahkan takdir.

Ada lagi, jika tak tahu nyatanya, jangan menilai dari katanya.

Padahal, ada sebab yang lebih dalam–ada proses, pilihan, dan ketetapan yang tidak selalu kita pahami.

Bukan dunia yang kejam, hanya saja hati kita belum cukup luas untuk mengerti rahasia di balik setiap kejadian.

Motivasi hidup:

  • Kadang yang kita anggap menyakitkan, bukanlah sumber luka yang sebenarnya.
  • Belajarlah melihat lebih dalam, agar hati lebih tenang menerima.

Barakallahu fiikum.

 

Tinggalkan Balasan

Search