Demokrasi dan Cita Cita Kemerdekaan: Mengapa Kita Wajib Cemas?

Demokrasi dan Cita Cita Kemerdekaan: Mengapa Kita Wajib Cemas?
*) Oleh : Suyoto
Ketua Koordinator Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem
www.majelistabligh.id -

Penutup: Dari Cemas Menuju Kesadaran Kolektif

Lalu, apa artinya hak pilih rakyat jika ia pada akhirnya direduksi sekadar menjadi ruang transaksi pragmatis “wani piro”? Apa gunanya relasi Trias Politica jika berjalan tanpa mekanisme kontrol dan keseimbangan (checks and balances) yang efektif? Dan apa artinya percakapan publik jika hanya berhenti pada kegaduhan digital yang tidak pernah melahirkan solusi konkret?

Jika kita membiarkan demokrasi berhenti pada situasi transaksional dan formalistis seperti ini, maka alih-alih menyongsong visi “Indonesia Emas”, kita semua justru wajib cemas.

Demokrasi bukanlah tujuan akhir, namun ia adalah syarat mutlak untuk memastikan bahwa jalan menuju keadilan, kesejahteraan, dan kecerdasan bangsa tidak dibajak oleh kepentingan segelintir elite. Membenahi kualitas demokrasi adalah satu-satunya jalan untuk memastikan cita-cita Proklamasi 1945 tetap menjadi kenyataan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bali, 11 Agustus 2026.

 

 

Tinggalkan Balasan

Search