Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengambil langkah progresif dalam menghormati keberagaman budaya dan keyakinan para pemain. Pada gelaran Piala Dunia 2026, FIFA resmi menyediakan trofi dan latar belakang khusus tanpa logo sponsor minuman beralkohol untuk penghargaan Player of the Match (POTM) pada pemain Muslim.
Kebijakan inklusif ini diterapkan sebagai bentuk penghormatan langsung kepada para pemain Muslim, pemain di bawah usia 21 tahun, serta pesepak bola yang memiliki prinsip pribadi terkait hak citra (image rights). Melalui perubahan ini, para pemain tetap dapat merayakan prestasi individu mereka tanpa harus mengompromikan prinsip hidup atau keyakinan agama yang mereka anut.
Seperti diketahui, penghargaan pemain terbaik di ajang Piala Dunia bermitra dengan produsen bir global. Biasanya, pemenang akan menerima trofi perak dan berpose di depan backdrop yang dipenuhi logo sponsor tersebut.
Namun kini, FIFA menghadirkan opsi alternatif yang jauh lebih netral. Papan penghargaan khusus tersebut hanya memuat tulisan “Superior Player of the Match” dan logo resmi Piala Dunia 2026, bersih dari unsur promosi minuman keras.
Langkah ini mendapat apresiasi luas karena tidak hanya mengakomodasi pemain Muslim yang dilarang mengonsumsi maupun mempromosikan alkohol, tetapi juga mendukung sikap tegas para bintang dunia lainnya.
“Sepak bola modern bukan lagi sekadar bisnis di atas lapangan hijau. Ketika institusi sebesar FIFA bersedia melonggarkan ego komersialnya demi menghormati identitas dan spiritualitas seorang atlet, di situlah sepak bola memenangkan esensi sejatinya sebagai pemersatu bangsa,” kata otoritas FIFA dalam rilisnya.
Sorotan untuk Mohamed Salah
Sikap menolak promosi produk yang dinilai tidak sehat sebenarnya bukan hal baru. Bintang Timnas Prancis, Kylian Mbappé, sebelumnya sempat mencuri perhatian karena sengaja memutar posisi trofi saat sesi foto agar logo alkohol tidak menghadap ke kamera. Mbappé diketahui berkomitmen kuat untuk tidak mempromosikan minuman keras, judi, serta makanan cepat saji kepada para penggemar mudanya.
Pada Piala Dunia 2026 ini, implementasi kebijakan baru FIFA langsung terlihat nyata saat bintang Mesir, Mohamed Salah, dinobatkan sebagai Player of the Match. Dalam sesi dokumentasi, kapten The Pharaohs tersebut berpose dengan latar belakang yang bersih dari logo komersial bir dan minuman beralkohol.
Selain Mohamed Salah, deretan pemain seperti Ramin Rezaeian (Iran), Emam Ashour (Mesir), Ali Olwan (Yordania), Ismael Saibari (Maroko), serta talenta muda seperti Johan Manzambi (Swiss) dan Michael Olise (Prancis) juga menerima penghargaan dengan format bebas logo alkohol ini. Sementara itu, bagi pemain yang tidak memiliki batasan atau preferensi khusus, penyerahan penghargaan tetap menggunakan format standar komersial turnamen. (*/tim)
