KH Abdul Kholik Ingatkan Pentingnya Hidup Hemat di Tengah Ketidakstabilan Global

KH Abdul Kholik Ingatkan Pentingnya Hidup Hemat di Tengah Ketidakstabilan Global
www.majelistabligh.id -

Khotbah Jumat (15/5/2026) yang disampaikan KH. Abdul Kholik, MPd di Masjid Muttaqien Nganjuk menyoroti pentingnya hidup sederhana dan hemat di tengah kondisi global yang tidak stabil.  Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk itu mengajak jemaah untuk menjadikan efisiensi dan pengendalian diri sebagai bagian dari praktik keagamaan sehari-hari.

KH. Abdul Kholik menegaskan bahwa situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian menuntut umat Islam untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran. Ia menyampaikan, sikap boros tidak hanya berdampak pada kondisi pribadi, tetapi juga dapat memperburuk ketahanan sosial dalam jangka panjang.

Ia mengutip ajaran Rasulullah Muhammad SAW yang menganjurkan pola hidup seimbang, termasuk dalam hal konsumsi makanan. Rasulullah mengajarkan agar tidak makan secara berlebihan, dengan membagi isi perut menjadi tiga bagian, yakni sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara sebagai bentuk pengendalian diri.

Lebih lanjut, KH. Abdul Kholik mengingatkan larangan membelanjakan harta yang halal untuk hal-hal yang haram maupun merusak, seperti konsumsi alkohol, judi online, dan gaya hidup foya-foya. Ia juga merujuk pada Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 26-27 yang menegaskan bahwa perilaku boros merupakan perbuatan tercela yang harus dihindari.

Khotbah tersebut juga merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengimbau penerapan hidup hemat dan efisiensi dalam berbagai program kegiatan, khususnya di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah. Imbauan tersebut dinilai relevan sebagai respons terhadap dinamika global yang menuntut ketahanan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman.

Menutup khotbahnya, KH. Abdul Kholik menyampaikan tiga prinsip yang dapat menyelamatkan manusia, yaitu takut kepada Allah dalam segala keadaan, bersikap adil baik saat lapang maupun sempit, serta menjalani hidup sederhana baik dalam kondisi kaya maupun miskin. Ia mengajak jamaah untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut sebagai landasan menghadapi tantangan zaman. (m roissudin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search